Kajian mengenai hakikat dan potensi manusia dalam perspektif Islam telah berkembang dalam diskursus pendidikan dan psikologi Islam. Namun, sebagian kajian cenderung membahas ruh, nafs, akal, ghaib, dan fitrah secara parsial, sehingga keterkaitan kelima dimensi tersebut sebagai konstruksi integratif dalam membentuk manusia sebagai ‘Abdullah belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi ruh, nafs, akal, ghaib, dan fitrah sebagai potensi multidimensional manusia serta relevansinya terhadap pengembangan manusia sebagai ‘Abdullah dalam perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, buku-buku pemikiran Islam, literatur psikologi pendidikan Islam, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam membentuk struktur kepribadian manusia. Ruh menjadi basis orientasi transendental, nafs merepresentasikan dinamika dorongan dan pengendalian diri, akal berfungsi sebagai instrumen berpikir dan pertimbangan moral, ghaib membangun kesadaran terhadap realitas transendental, sedangkan fitrah menjadi disposisi dasar yang mengarahkan manusia kepada pengenalan dan penghambaan kepada Allah Swt. Integrasi kelima dimensi tersebut menghasilkan kerangka psikologi pendidikan Islam yang memandang manusia secara holistik, tidak terbatas pada aspek kognitif, tetapi mencakup spiritual, moral, emosional, dan transendental. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konseptual psikologi pendidikan Islam dengan menempatkan orientasi ‘Abdullah sebagai tujuan fundamental pengembangan potensi manusia.