De Silva Brigitta Azzahra
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanegara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA MENURUNKAN ANGKA INSIDEN MORBUS HANSEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALEMBARAN JAYA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN M Miladi Fauzan; De Silva Brigitta Azzahra; Mishel Olivia Stefani; Kanaya Fide Kusuma; Zita Atzmardina
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60377

Abstract

Morbus Hansen masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya. Pada tahun 2026, dalam kurun waktu tiga bulan ditemukan dua kasus baru yang menunjukkan masih berlangsungnya penularan penyakit. Apabila tidak dideteksi dan ditangani sejak dini, Morbus Hansen dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer, kecacatan permanen, penurunan kualitas hidup, serta stigma sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kejadian Morbus Hansen melalui diagnosis komunitas serta menyusun intervensi yang tepat. Diagnosis komunitas dilakukan menggunakan pendekatan Paradigma Blum, penentuan prioritas masalah dengan metode USG dan Delphi, serta analisis akar masalah menggunakan Fishbone Diagram dan metode 5 Why. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan mengenai Morbus Hansen, edukasi anti-stigma, serta skrining lesi kulit dan uji sensibilitas untuk deteksi dini. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat, masih adanya stigma terhadap penderita, rendahnya perilaku pencarian informasi kesehatan, dan belum optimalnya penyuluhan kesehatan menjadi faktor utama yang memengaruhi kejadian Morbus Hansen. Setelah intervensi, sebanyak 71,4% peserta mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik, sementara kegiatan skrining meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda awal penyakit. Diagnosis komunitas yang diikuti intervensi promotif dan preventif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat deteksi dini, mengurangi stigma, dan menurunkan angka kejadian Morbus Hansen.