Irwan Bempah
Agribusiness Study Program, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Penyuluhan Pertanian Dalam Pengembangan Budidaya Tanaman Labu Kuning Di Desa Domag Mekar Kecamatan Bonubogu Kabupaten Buol Moh Jusdin; Irwan Bempah; Yanti Saleh
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2025): Mediagro
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i1.12307

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Faktor internal dan eksternal dalam pengembangan budidaya tanaman labu kuning, dan (2) Faktor internal dan eksternal dalam pengembangan budidaya tanaman labu kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yaitu penggambaran secara kualitatif, fakta, data atau objek material yang dibutuhkan dalam penelitian melalui observasi, wawancara, dan kuisioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Domag Mekar, Kecamatan Bonubogu, Kabupaten Buol, dengan total responden sebanyak 30 orang,  diantaranya 10 penyuluh dan 20 petani labu kuning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penyuluhan pertanian dalam pengembangan budidaya tanama labu kuning yaitu strategi agresif, Strategi ini menjelaskan situasi yang sangat memiliki kekuatan dan peluang untuk pengembangan budidaya tanaman labu kuning di Desa Domag Mekar dan juga memiliki kekuatan dan peluang yang sifatnya saling mendukung dengan cara menguntungkan faktor semua kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada. Keyword : Strategi penyuluh,  pegembangan, budidaya tanaman
STUDI KOMPARATIF KELAYAKAN USAHATANI PAKCOY (BRASSICA RAPA SUBSP. CHINENSIS) SECARA HIDROPONIK DAN KONVENSIONAL Salsabila Kadir; Supriyo Imran; Irwan Bempah
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.14366

Abstract

Pak choy farming is the organized cultivation of bok choy plants to produce economically valuable agricultural products. This study aims to determine the current state of hydroponic and conventional bok choy cultivation techniques and to compare the feasibility of hydroponic and conventional bok choy farming. A total of 18 bok choy farmers were interviewed. The analysis used in this study was the R/C Ratio and B/C Ratio. The results indicate that both cultivation methods are feasible because they have R/C and B/C ratios above 1. The hydroponic method offers advantages in land use efficiency and environmental control, while the conventional method is more cost-efficient due to lower costs. Each method presents its own challenges, both technically and financially. Therefore, the choice of cultivation method is tailored to the conditions and capabilities of the farmer, as well as the objectives of the farming business.
Sustainability Analysis of Farmers' Social Capital Aspects of Clove Farming in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province Mirda Lasena; Ria Indriani; Irwan Bempah
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 6 No. 1 (2026): January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v6i1.3375

Abstract

Usahatani cengkeh di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, merupakan sumber penghidupan penting sekaligus penopang agribisnis rempah daerah. Namun keberlanjutan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi dan lingkungan, melainkan juga oleh modal sosial petani yang membentuk kegiatan budidaya dan relasi pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi modal sosial terhadap kegiatan petani cengkeh serta menilai status keberlanjutan usahatani secara multiaspek. Penelitian menggunakan desain kombinasi kuantitatif dan kualitatif di Kecamatan Bone pada Juli–September 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terarah dengan informan kunci petani dan pemangku kepentingan lokal, didukung data sekunder. Analisis kualitatif mengikuti langkah reduksi, penyajian, dan verifikasi, sedangkan status keberlanjutan dihitung menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis pada tujuh aspek: lingkungan, sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani. Hasil menunjukkan aspek lingkungan berada pada kategori berkelanjutan, terutama ditopang praktik adaptasi dan mitigasi iklim serta pengelolaan kebun yang relatif selaras dengan kondisi agroekologi. Sebaliknya, aspek sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani masih berkelanjutan rendah atau rentan. Modal sosial internal petani kuat melalui ikatan kekerabatan, gotong royong, dan saling percaya antarpetani, sehingga menopang praktik budidaya tradisional. Namun lemahnya jejaring dan kepercayaan eksternal membatasi akses pada inovasi, pembiayaan, dan pasar, yang tercermin pada rendahnya keberlanjutan ekonomi dan jaringan. Faktor pengungkit utama meliputi peningkatan taraf hidup petani, penggunaan teknologi panen hemat tenaga, kontrak penjualan tetap, keterlibatan kolektif dalam pengelolaan sumber daya alam, transparansi harga pasar, dan penggemburan tanah. Studi ini menegaskan bahwa penguatan modal sosial menuju jejaring lintas lembaga dan pasar merupakan prasyarat perbaikan keberlanjutan sosial-ekonomi usahatani cengkeh. Temuan memberikan dasar prioritas intervensi kebijakan dan memperkaya pemahaman tentang peran modal sosial dalam keberlanjutan perkebunan cengkeh di tingkat lokal.