Cahyono Cahyono
Universitas Pasundan Jl. Tamansari No.6-8, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Model Project Based Learning berbantuan Artificial Intellegence untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Cep Miftah Khoerudin; Cahyono Cahyono
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 25 No.1 Oktober 2025
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v25i1.60991

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence), kini menjadi tantangan sekaligus kebutuhan dalam dunia pendidikan. Integrasi AI dalam proses pembelajaran mendorong perubahan paradigma dari pembelajaran konvensional menuju pembelajaran yang lebih adaptif, kreatif, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan AI terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, di mana data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelas eksperimen sebesar 85,10 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh 82,80. Uji signifikansi menunjukkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,01 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model PjBL berbantuan AI berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran proyek tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun solusi kreatif terhadap permasalahan yang dihadapi. Meskipun demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk membandingkan efektivitas kolaborasi AI dengan model pembelajaran lainnya guna menemukan strategi pembelajaran yang paling optimal dalam konteks pendidikan calon guru.