Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI MEDIA ALTERNATIF PENGGANTI PDA PADA PERBANYAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGENSI HAYATI Ade Kurniawan; Mani Yusuf; Jefri Sembiring; Anwar
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.12869

Abstract

Keterbatasan media tumbuh bakteri dan cendawan merupakan kendala utama dalam penelitian dan pengembangan mikroba di Kabupaten Merauke khususnya pengembangan mikroba potensial untuk peningkatan produksi dan pengendalian hayati. Oleh karena itu digunakan media alternatif yang berasal dari sumber hayati lokal dengan kandungan nutrisi yang sama dan bahkan lebih tinggi serta bernilai ekonomis dibandingkan dengan media PDA. Media alternatif berasal dari bahan jagung, gembili, singkong, keladi, ubi jalar,dan pisang yang mudah ditemui di Merauke, sedangkan media kontrol yakni media PDA berbahan baku kentang. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan parameter media dan hasil pertumbuhan Trichoderma dari media alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan media yaitu PDA (M1), jagung manis (M2), gembili (M3), ubi jalar (M4), keladi (M5), singkong (M6) dan pisang (M7). Setiap perlakuan terdiri atas 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH media, kekerasan media, diameter koloni dan kepadatan konidia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik media berupa pH masih dalam batas kemampuan tumbuh Trichoderma yakni pH tertinggi 6,2 pada media singkong, gembili, dan ubi jalar dan terendah denagan nilai pH 4,9 pada media pisang. Lama pengerasan media dengan waktu tercepat didapatkan pada media PDA, jagung, dan gembili pada menit ke 27 sedangkan terlama pada media pisang dengan lama waktu 46 menit. Sedangkan dari hasil inokulasi Trichoderma didapatkan luasan pertumbuhan miselium tercepat pada hari ketujuh pada media jagung, gembili, singkong, dan keladi sedangkan kerapatan konidia tertinggi dihasilkan pada media PDA dengan nilai 6,8x108 konidia/mg dan terendah pada media pisang dengan nilai 1,6x108 konidia/mg.
Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu (PHT): Analisis Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap Pendapatan Usahatani Padi di Distrik Semangga Kabupaten Merauke Amelia Agustina Limbongan; Jefri Sembiring; Abdullah Sarijan; Johana Anike Mendes; Anwar
Innofarm : Jurnal Inovasi Petanian Vol 28 No 1 (2026): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/fksn8k73

Abstract

Tanaman padi berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, peningkatan produksinya masih menghadapi kendala berupa serangan hama dan penyakit tanaman serta tingginya ketergantungan terhadap pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga penerapan Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu (PHT) menjadi penting dalam pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani padi dan hubungannya dengan tingkat praktik PHT, serta hubungan antara tingkat praktik PHT dengan pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke dengan mewawancarai 39 petani. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi relatif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Distrik Semangga didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, memiliki tingkat pendidikan relatif rendah, serta pengalaman bertani yang lama. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan tingkat praktik PHT, sedangkan umur dan pengalaman bertani tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Korelasi antara tingkat praktik PHT dengan pendapatan petani tidak signifikan (ρ = 0,228) yang mengindikasikan penerapan PHT belum berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan di Distrik Semangga dalam jangka pendek. Adopsi praktik PHT lebih dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan akses informasi. Agar pertanian berkelanjutan, diperlukan penguatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan petani agar mereka dapat mengadopsi PHT secara optimal. Kata kunci: PHT, karakteristik petani, pendidikan, pendapatan, pertanian berkelanjutan.