Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Efektifitas Penempatan Ruang Henti Khusus (RHK) Kendaraan Roda Dua pada Simpang IV Jamria Kota Padang Maha Putri Handayani AS; Al Azhar; Jamal Afandi Makmun
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1302.0155-163

Abstract

Kota Padang, sebagai salah satu kawasan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Sumatera Barat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan lalu lintas perkotaan. Kondisi demografis tersebut berdampak langsung pada peningkatan volume kendaraan yang melintas, khususnya di titik-titik krusial seperti Simpang IV Jamria. Tanpa intervensi yang tepat, kepadatan ini berpotensi memicu konflik antarkendaraan, perilaku berebut saat fase lampu hijau, hingga penurunan kinerja persimpangan bersinyal. Merespons permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Padang menginisiasi pembangunan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK) yang diperuntukkan secara eksklusif bagi kendaraan roda dua di Simpang Jamria. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keterisian RHK, menguji efektivitasnya pada simpang bersinyal, serta mengidentifikasi pengaruh dari penempatan fasilitas tersebut. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif deskriptif dengan mengandalkan data primer melalui survei lapangan langsung. Data yang dikumpulkan mencakup dimensi geometrik persimpangan, besaran kapasitas, serta tingkat pemanfaatan RHK. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa persentase rata-rata keterisian RHK di Simpang IV Jamria mencapai angka 63 persen. Temuan ini dapat diinterpretasikan bahwa secara praktis, penerapan RHK tergolong cukup berhasil karena telah dimanfaatkan oleh mayoritas pengendara. Akan tetapi, capaian tersebut masih berada di bawah standar ideal yang diharapkan untuk mengoptimalkan fungsi RHK sebagai solusi manajemen lalu lintas. Kesenjangan antara realitas dan target ideal ini mengindikasikan perlunya evaluasi komprehensif terhadap faktor-faktor penghambat seperti kesadaran pengendara, sosialisasi aturan, atau desain geometrik RHK, sehingga efektivitas fasilitas ini dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.