Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) for Workplace Safety in Manufacturing Industry: A Risk-Control Framework Complete with Bibliometric Literature Review Analysis to Support Sustainable Development Goals (SDGs) H. Henny; Agus Heri Setya Budi; Muhammad Andriyansyah; Muhammad Rizzki Ar Rozzak; Maretno Marcelina Baru; Alias Masek
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 4, No 2 (2025): AJSEM: Volume 4, Issue 2, September 2025
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study implements the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) method to evaluate and mitigate occupational risks in the manufacturing construction sector. A bibliometric analysis reveals a growing yet insufficient number of studies applying structured risk control frameworks like HIRADC in industrial settings, particularly in developing countries. Using a descriptive approach, data were collected through field observations, interviews, and document analysis. Seven hazards were identified, resulting in five low-risk and two moderate-risk classifications using a probability–severity matrix. Control measures were implemented following ISO 45001:2018 standards, including engineering controls, administrative actions, and personal protective equipment (PPE). The results demonstrate that HIRADC enhances workplace safety awareness and reduces risk levels. This study contributes a practical safety framework for manufacturing environments while reinforcing the relevance of SDG-aligned and bibliometrically justified research in occupational health.
Pendampingan Penerapan HIRADC untuk Peningkatan K3 di Perusahaan Manufaktur Henny; Iyan Andriana; M Andriyansyah; M Rizzki Ar Rozzak; Maretno Marcelina Baru
Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer (Petik) PETIK : Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/petik.v5i2.18316

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan bersama sebuah perusahaan manufaktur yang memiliki aktivitas kerja dengan potensi bahaya cukup tinggi, khususnya pada area support. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan pihak manajemen, diketahui bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap K3, rendahnya kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses informasi keselamatan kerja, serta belum tersedianya dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang tersusun secara sistematis. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan masih ditemukannya beberapa insiden kerja berskala ringan, seperti luka pada tangan dan iritasi akibat paparan bahan kimia, yang berpotensi berkembang menjadi kecelakaan kerja yang lebih serius apabila tidak segera dikendalikan. Sebagai upaya pemecahan masalah, tim PkM melaksanakan program pelatihan dan pendampingan penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Kegiatan PkM dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi K3, pelatihan konsep dan tahapan HIRADC, observasi lapangan, simulasi identifikasi bahaya berbasis aktivitas kerja nyata, serta pendampingan penyusunan dokumen HIRADC. Bentuk intervensi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, praktik pengisian formulir HIRADC, klarifikasi hasil penilaian risiko, serta evaluasi sebelum dan sesudah pendampingan. Luaran utama dari kegiatan PkM ini adalah tersusunnya dokumen HIRADC area support yang mencakup lima aktivitas kerja utama beserta rekomendasi pengendalian risiko. Hasil evaluasi pascapendampingan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko kerja secara lebih sistematis dan konsisten. Selain itu, berdasarkan hasil observasi pascakegiatan, terjadi peningkatan kepatuhan penggunaan APD dibandingkan sebelum pendampingan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan dampak positif bagi mitra dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat budaya K3, serta mendukung upaya pencegahan kecelakaan kerja secara berkelanjutan.