Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Manajemen Pengadaan Material Konstruksi Di PT. Takenaka Indonesia M. Yani Syafei; Iyan Andriana; Firman Firman
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v7i2.3695

Abstract

Pada pekerjaan konstruksi terdapat sumber daya yang merupakan sumber daya utama dan membutuhkan biaya pengadaan cukup besar yaitu material konstruksi, oleh sebab itu pada suatu proyek konstruksi perlu dilakukan adanya proses pengelolaan dan perencanaan pengadaan material sebagai usaha untuk mengontrol dan mengendalikan material konstruksi, salah satu metode manajemen pengelolaan  pengadaan  material  konstruksi  adalah  Economic  Order  Quantity.  Metode  ini digunakan untuk melakukan perhitungan lot sizing dan merencanakan proses pengadaan secara efektif. Penelitian dilakukan terhadap beberapa material utama dengan jumlah kebutuhan terbanyak yaitu material semen pc, material baja SS400, bolt, pasir dan besi wiremesh pada salah satu proyek pembangunan strukturisasi gedung oleh PT. Takenaka Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan metode EOQ pada proses pengadaan material dapat memberikan nilai penghematan sebesar Rp. 103.985.133,00 atau sebesar 0,84% dibanding biaya pada realisasi proyek yang telah berjalan.
Pendampingan Penerapan HIRADC untuk Peningkatan K3 di Perusahaan Manufaktur Henny; Iyan Andriana; M Andriyansyah; M Rizzki Ar Rozzak; Maretno Marcelina Baru
Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer (Petik) PETIK : Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/petik.v5i2.18316

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan bersama sebuah perusahaan manufaktur yang memiliki aktivitas kerja dengan potensi bahaya cukup tinggi, khususnya pada area support. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan pihak manajemen, diketahui bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area tersebut belum berjalan secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap K3, rendahnya kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses informasi keselamatan kerja, serta belum tersedianya dokumen identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang tersusun secara sistematis. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan masih ditemukannya beberapa insiden kerja berskala ringan, seperti luka pada tangan dan iritasi akibat paparan bahan kimia, yang berpotensi berkembang menjadi kecelakaan kerja yang lebih serius apabila tidak segera dikendalikan. Sebagai upaya pemecahan masalah, tim PkM melaksanakan program pelatihan dan pendampingan penerapan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Kegiatan PkM dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi K3, pelatihan konsep dan tahapan HIRADC, observasi lapangan, simulasi identifikasi bahaya berbasis aktivitas kerja nyata, serta pendampingan penyusunan dokumen HIRADC. Bentuk intervensi dilakukan secara partisipatif melalui diskusi kelompok, praktik pengisian formulir HIRADC, klarifikasi hasil penilaian risiko, serta evaluasi sebelum dan sesudah pendampingan. Luaran utama dari kegiatan PkM ini adalah tersusunnya dokumen HIRADC area support yang mencakup lima aktivitas kerja utama beserta rekomendasi pengendalian risiko. Hasil evaluasi pascapendampingan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko kerja secara lebih sistematis dan konsisten. Selain itu, berdasarkan hasil observasi pascakegiatan, terjadi peningkatan kepatuhan penggunaan APD dibandingkan sebelum pendampingan. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini memberikan dampak positif bagi mitra dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat budaya K3, serta mendukung upaya pencegahan kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
Analysis of Occupational Safety and Health Risks in Operators in Company X Iyan Andriana; Maretno Marcelina Baru; Henny Henny; Maretno Muhamad Vickri Kurnia
IJSM Vol 9 No 2 (2026): Indonesia Journal of Strategic Management
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7qmmrx25

Abstract

Grinding activities at PT X have high physical demands and have the potential to cause musculoskeletal disorders (MSDs) in the upper extremities due to repetitive movements, large grip forces, and unergonomic posture. This study aims to measure the risk level of MSDs, identify dominant causative factors, and provide recommendations for ergonomic improvements. The method used is Job Strain Index Data collection was carried out through direct observation, documentation of work posture photos, and measurement of six JSI variables, namely work intensity (IE=6), duration of work (DE=2), effort per minute (EM=0.5), hand-wrist position (HWP=1.5), work speed (SW=1), and daily duration (DD=1).  The calculation results showed an SI value of 9 which was included in the high risk category. The main risk factors include strong grip force, non-neutral posture, tool vibration, and long working duration. Recommendations are directed at improving work methods, tool design, and working environment settings to reduce the risk of injury and improve work safety.