Dewi Aisyah
STIT Buntet Pesantren Cirebon, Indoensia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

the Analisis Penerapan 8 Pendidikan Standar Nasional Pada SMA NU Kaplongan Indramayu Dewi Aisyah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v3i1.218

Abstract

Ketercapaian SNP dengan pengamatan pada evaluasi penerapan 8 standar nasional pendidikan di SMA NU Kaplongan Indramayu, dimana penelitian ini memiliki tujuan Memperoleh mengelola pendidikan bermutu dan kompetitif, tidak hanya pada tataran teoretik tapi pada implementatif. Menambah khazanah pengetahuan terutama tentang pengembangan Manajemen lembaga pendidikan secara normatif. dengan sasaran kegiatan evaluasi penerapan 8 standar nasional Pendidikan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara langsung untuk memperoleh data/informasi yang lebih akurat, kunjungan kelas khususnya untuk memperoleh gambaran nyata tentang proses pembelajaran, kemudian dengar pendapat untuk menghadapi permasalahan tertentu di sekolah, dan sharing atau serupa dengan dengar pendapat, dan selanjutnya penekanannya lebih kepada upaya untuk berbagi pengalaman dan pendapat, dan yang terakhir dengan Studi dokumen. Evaluasi Penerapan 8 SNP di SMA NU Kaplongan sebagai sekolah yang memiliki kurikulum pelaksanaan proses PAIKEM yang perlu terus ditingkatkan terutama memanfaatkan media elektronik. Kemudian lulusan yang 100%, dan sebagian besar pendidik telah memenuhi kualifikasi S1, kemudian secara umum sudah memenuhi standar pengelolaan pada setiap bidang, dan ketentuan pengelolaan keuangan sangat baik dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Juga sistem penilaian yang dilaksanakan memenuhi ketentuan. Hasil pemantauan evaluasi penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan di SMA NU Kaplongan Indramayu sekolah secara umum sudah menjalankan dengan baik. Walaupun dari 8 Standar Nasional Pendidikan ada 3 standar yang nilainya masih belum memuaskan seperti Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Sarana Prasarana.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME Aisyah, Dewi
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2021): Penguatan Nilai-Nilai Multikultural dan Keagamaan dalam Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.779 KB) | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v3i2.87

Abstract

Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja dan ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon). Penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana perencanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pengorganisasian pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Bagaimana pengawasan pendidikan karakter berbasis muatan lokal ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Untuk Mengetahui Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon) Untuk Mengetahui Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon) Implementasi Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an (Studi Deskriptif Pembelajaran Mulok Ke-NU-an di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon): bahwa perencanaan Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an dilakukan: Dilakukan di awal tahun (sebelum tahun ajaran baru); Melibatkan guru, kepala sekolah dan yayasan; Membahas silabus, RPP, prota dan promesnya; Perencanaan Pendidikan Karakter Berbasis Muatan Lokal Aswaja dan Ke-NU-an melihat juga isu kekinian. Bahwa Pengorganisasian Pendidikan Karakter di Madrasah Aliyah Nahdatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren dirancang dalam suatu program sekolah. Program dirancang secara terencana dan terukur untuk dapat mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditentukan. Program Pendidikan Karakter adalah bentuk upaya menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran, pembiasaan, peneladanan, pemotivasian serta penegakan aturan. Bahwa Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis muatan lokal Aswaja dan ke-NU-an dilaksanakan di kelas. Integrasi pembentukan karakter diintregasikan dalam pembelajaran ke-NU-an, pelaksanaan pembelajaran aswaja yang berlangsung di kelas dapat dideskripsikan sebagai berikut: Guru mengajar di kelas berdasarkan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Dalam pelaksanaan rencana pembelajaran muatan lokal Aswaja dan ke-NU-an terlihat dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, silabus, prota, prosem, kriteria kelulusan minimal, dan rincian minggu efektif, selanjutnya metode, strategi dan media pembelajaran berjalan dengan baik dan maksimal.. Bahwa MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon melaksanakan kegiatan pengawasan yakni kegiatan pengawasan secara tidak langsung yang setiap harinya dilakukan oleh Kepala madrasah atau disesuaikan dengan program kerja yang dibuat oleh Kepala madrasah. Sedangkan pengawasan secara langsung dijadwalkan 3 bulan sekali.
Penerapan Standar Isi, Standar Proses, Dan Standar Kompetensi Lulusan Sebagai Standar Mutu Pendidikan MTs Nu Puteri 3 Buntet Pesantren Cirebon Dewi, Dewi Aisyah
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Inovasi dan Pengelolaan Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v5i2.240

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang berlangsung dalam kehidupan sebagai upaya untuk menyeimbangkan keadaan individu. Maka penelitian ini terkait dengan visi pemerintah dalam pendidikan yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah No. 13/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, dalam penelitian ini hanya menganalisis implementasi Standar Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Kompetensi Lulusan. Dengan metode penelitian kualitatif, dengan jenis studi kasus dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan observasi di MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon yang telah memperoleh sosialisasi menyusun, dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Maka data yang diperoleh yang berkaitan dengan standar isi, proses dan Kompetensi tercermin dalam sikap pergaulan siswa, khususnya di lingkungan madrasah. Dimana 100 persen mata pelajaran yang diajarkan sudah memiliki RPP, silabus, kemudian tahap perencanaan pembelajaran, dan dilakukannya supervise administrasi pada perangkat pembelajaran dengan kesesuaian antara perangkat pembelajaran dengan pelaksanaannya. Dan tahap penilaian kepala madarasah dengan melihat tahap-tahap penilaian penilaian yang dilakukan oleh guru. Sehingga kualitas implementasi tersebut terlaksana dengan baik yang menghasilkan kelulusan 100 persen setiap tahunnya.
PENGARUH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP PENINGKATAN MUTU LULUSAN SMA AL-ISLAM BOARDING SCHOOL Dewi Aisyah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v4i2.593

Abstract

Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap lulusan yang unggul secara akademik, spiritual, dan keterampilan hidup menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan. Meski banyak sekolah memiliki input dan fasilitas yang baik, stagnasi mutu lulusan masih terjadi. Hal ini menandakan perlunya pendekatan manajerial yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap peningkatan mutu lulusan di SMA Al-Islam Boarding School Kabupaten Cirebon. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik TQM seperti penjaminan mutu, keterlibatan pemangku kepentingan, relevansi kurikulum, dan pengembangan tenaga pendidik berdampak signifikan terhadap mutu lulusan. Strategi sekolah mencakup program tahfidz, lifeskill, dan kerja sama eksternal. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi TQM meningkatkan mutu lulusan melalui proses yang sistematis dan terstruktur.
METODE TAZKIYAT AN-NAFS AL-GHAZALI DALAM PENDIDIKAN ISLAM UNTUK GENERASI MILENIAL Dewi Aisyah; MuhammadZiyan Naufal; Syibromilisi Syibromilisi
Khulasah : Islamic Studies Journal Vol 7 No 2 (2025): Khulasah: Islamic Studies Journal
Publisher : LPPM IAI Pangeran Dharma Kusuma Segeran Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/kisj.v7i2.330

Abstract

This article was based on the problem of the need to improve spiritual quality by drawing closer to Allah through the tazkiyat al-nafs method. This is to cleanse the spirit of diseases that cause moral damage to humans. The aim of this paper is to produce output to analyze and explain the concept of tazkiyat an-nafs according to Al-Ghazali, in analyzing and explaining the phenomenon of moral crisis that occurs in the Millennial Generation, and explaining al-Ghazali's tazkiyat an-nafs method in overcoming the moral crisis in the Millennial Generation through several detections of the existence of aspects of monotheism, mukhafah, mahabbah, and ma'rifat. These four components must be possessed by someone who wants to meet their God (wushul ilallah) with various applications and stages that must be passed. The tazkiyat an-nafs process is an important method to be applied to the millennial generation in eliminating moral crises, which in general is also needed to make people have akhlakul karimah, pious character and noble behavior and have good quality of worship. If you succeed in carrying out all the tazkiyatun nafs processes properly, it will produce a person of physical and spiritual quality who is free from spiritual crises.
Religious Culture Policy Implementation and Learning Quality in Indonesian Madrasah Dewi Aisyah; Abdussalam Abdussalam; Iman Subasman; Zidni Ilman NZ; Syibromilisi Syibromilisi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 8 No. 1 (2026): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v8i1.473

Abstract

This article examines how the implementation of a religious culture policy is associated with learning quality and whether madrasah climate mediates that relationship at MANU Putra Buntet Pesantren Cirebon. The study is presented as a transparent mixed-methods journal article model using a simulated yet internally consistent dataset because authentic field data were not supplied. The quantitative phase involved 186 student responses analyzed with SPSS-style descriptive statistics, reliability testing, Pearson correlation, linear regression, and Sobel mediation procedures. The qualitative phase used simulated semi-structured interview excerpts from school leaders, teachers, and students to explain the statistical pattern. The quantitative results indicate that religious culture policy implementation has a positive effect on learning quality (B = 0.521, p < .001) and on madrasah climate (B = 0.702, p < .001). When both the independent variable and the mediator were entered simultaneously, madrasah climate remained a strong predictor of learning quality (B = 0.437, p < .001), while the direct effect of religious culture policy implementation decreased but remained significant (B = 0.214, p = .005), indicating partial mediation. The qualitative findings suggest that the policy works primarily by converting religious routines into behavioral regularity, teacher role modeling, and a more orderly academic atmosphere. The article argues that value-based policy contributes to learning quality not simply because it is religious, but because consistent implementation reorganizes everyday school interactions into a more supportive learning climate.