Aktivitas fisik anak cenderung menurun di era digital karena penggunaan teknologi berbasis layar yang lebih bersifat pasif. Meskipun berbagai media digital telah digunakan untuk mendukung aktivitas fisik, pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai sarana aktivitas fisik bagi anak usia 6–12 tahun masih terbatas. Kesenjangan ini menjadi dasar pengembangan FUNERGY AR, yaitu model aktivitas fisik berbasis AR yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan aktivitas gerak anak. Studi ini bertujuan mengembangkan dan mengkaji kelayakan model FUNERGY AR. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi) (ADDIE), yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk tersebut merupakan aplikasi Augmented Reality berbasis Android yang berisi aktivitas Jump Animals, di mana anak-anak melakukan gerakan tubuh dengan mengikuti instruksi hewan virtual. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi, pengujian skala kecil, dan pengujian skala besar. Tiga validator, yang terdiri dari dua pakar olahraga dan satu guru pendidikan jasmani dasar, menilai kelayakan produk. Hasil validasi ahli tahap awal dan kedua menunjukkan bahwa FUNERGY AR memperoleh kategori sangat layak. Pada uji coba skala kecil, model memperoleh tingkat kelayakan 96,5% dengan kategori sangat layak, sedangkan pada uji coba skala besar memperoleh tingkat kelayakan 86,2% dengan kategori sangat layak. Temuan ini menunjukkan bahwa FUNERGY AR layak digunakan sebagai model aktivitas fisik berbasis Augmented Reality untuk anak usia 6–12 tahun.Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi, keterlibatan gerakan yang lebih jelas, dan respons positif terhadap permainan interaktif. Oleh karena itu, FUNERGY AR layak dan praktis berguna sebagai media inovatif untuk mempromosikan aktivitas fisik yang aktif, menyenangkan, dan didukung teknologi di kalangan anak-anak.