Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrated Framework for Decentralized Renewable Energy and Wastewater Treatment Plant Coupling to Achieve Sustainable Circular Nexus in Urban Communities Beny Riswanto; Rahmadi Agus; Sofiansyah Fadli
Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Science Vol. 1 No. 3 (2024): July : Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Scie
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenengineering.v1i3.278

Abstract

Urban sustainability presents considerable challenges, especially in the management of energy and wastewater treatment systems. Rapid urbanization intensifies the demand for water and energy, leading to increased pressure on existing infrastructure and resources. Wastewater management is essential for urban water sustainability, as untreated wastewater poses significant environmental and health risks. Moreover, wastewater treatment processes are energy-intensive, complicating the balance between environmental goals and energy consumption. To address these challenges, integrating decentralized renewable energy systems, such as solar, biogas, and wind, with wastewater treatment plants (WWTPs) offers a promising solution. This integration can reduce reliance on centralized power grids, enhance energy self-sufficiency, and promote sustainability. The application of Circular Economy principles, which emphasize resource recovery and system decentralization, is key to this integration. However, technological, economic, and regulatory barriers exist, limiting widespread adoption. This study explores the feasibility of coupling renewable energy with WWTPs, focusing on energy flow simulations, environmental impacts, and economic evaluations. The results indicate that integrating renewable energy can significantly reduce greenhouse gas emissions, lower operational costs, and improve the resilience of urban water systems, making it a viable option for sustainable urban development.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi Berbasis Naive Bayes dengan Likelihood Pakar dan Kuesioner Minat Ahmad Latif; Muhtyas Yugi; Nurul Alfiah; Beny Riswanto
sudo Jurnal Teknik Informatika Vol. 5 No. 3 (2026): Edisi September
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/sudo.v5i3.1939

Abstract

Pemilihan program studi merupakan keputusan pendidikan berisiko tinggi karena ketidaksesuaian antara minat dan karakteristik program dapat memengaruhi keterlibatan, keberhasilan, dan keberlanjutan studi. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem pendukung keputusan berbasis web yang memeringkat lima program studi di Universitas Komputama Cilacap menggunakan Naive Bayes. Model menggunakan 30 indikator minat dengan respons rendah, sedang, dan tinggi. Matriks likelihood dibentuk melalui elicitation terhadap tiga pakar akademik. Ketiga pakar mendiskusikan 150 kombinasi indikator-program studi dan menetapkan secara konsensus tiga probabilitas bersyarat untuk respons rendah, sedang, dan tinggi pada setiap kombinasi, dengan jumlah probabilitas sebesar 1,00. Nilai konsensus digunakan langsung sebagai likelihood dalam model Naive Bayes. Instrumen kuesioner belum melalui validasi psikometrik formal pada tahap pilot. Pengembangan mengikuti Waterfall, sedangkan evaluasi saat ini terbatas pada keterlacakan fungsi utama, analisis deskriptif enam rekam konsultasi pada 25 Mei-9 Juli 2026, serta satu laporan kasus terperinci; validasi prediktif belum dilakukan karena label kebenaran belum tersedia. Pada data pilot, Sistem Informasi menjadi rekomendasi utama terbanyak (50,0%). Rata-rata skor rekomendasi utama adalah 75,07% dengan rentang 42,32%-99,09%, dan rata-rata margin terhadap rekomendasi kedua sebesar 55,83 poin persentase. Laporan kasus menghasilkan Teknik Informatika sebagai rekomendasi utama dengan posterior 89,72%. Kontribusi penelitian adalah kerangka probabilistik tahap awal yang dapat beroperasi ketika dataset berlabel belum memadai, menghasilkan peringkat dan margin yang transparan, serta menyediakan jejak konsultasi untuk kalibrasi empiris berikutnya. Skor posterior tidak ditafsirkan sebagai akurasi klasifikasi, sehingga sistem diposisikan sebagai alat bantu konseling, bukan pengganti keputusan akademik manusia.