This Author published in this journals
All Journal PIKAT
Wulan Gustiana
Institut Teknologi Kalimantan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI INTERAKTIF UNTUK MENDORONG BUDAYA BACA ANAK DI YAYASAN DARUSH SHOLIHIN BALIKPAPAN UTARA Hesti Rosita Dwi Putri; Hijriah; Abdurrahman Husein Farisi; Alyaa Az Zahra Putri Muslim; Marcelina Septi Ardiyanti; Muhammad Ridwan Akbar; Shita Nursyifa; Sri Yunita Andini; Thoriq Yudhistira; Wulan Gustiana; Zahra Pusvita Hanindityas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 7 No. 1 (2026): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v7i1.8481858

Abstract

Yayasan Darus Solihin yang terletak di Jl. Soekarno Hatta Km. 17, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Saat ini, Yayasan Darush Sholihin masih berfokus pada penyelenggaraan pendidikan nonformal untuk siswa pada tingkat PAUD dan SD, namun adapun permasalahan yang ada di Yayasan Darus Sholihin yaitu pada pembuatan media baca yang kurang aktif, kurangnya edukasi pada media baca, kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Selain itu, belum adanya fasilitas penunjang untuk tempat membaca dan belajar. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu Community-Based Participatory Research (CBPR) yang dilakukan pendekatan dengan masyarakat dan pemanfaatan teknologi melalui pengembangan kartu Augmented Reality (AR) sebagai media baca. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme anak dalam membaca serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung program. Hasil kegiatan dilakukan dengan cara wawancara dan observasi yang menunjukkan adanya peningkatan antusiasme anak-anak terhadap kegiatan membaca serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program literasi. Penggunaan media AR terbukti mampu menarik minat baca anak secara menyenangkan dan edukatif melalui visualisasi tiga dimensi dan interaksi langsung. Secara keseluruhan, pendekatan kolaboratif berbasis teknologi ini berkontribusi positif terhadap penguatan budaya literasi anak dan dapat menjadi model pengembangan program literasi digital di lembaga pendidikan nonformal di masa depan.