Salman Hasibuan
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI DIGITAL BAGI INDIVIDU INTROVERT DALAM MEMBANGUN RELASI SOSIAL Salman Hasibuan; Defhany Defhany; Rachel Mia Lbn. Toruan; Open Berkat
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi digital merupakan proses penyampaian pesan atau informasi melalui media berbasis teknologi digital, seperti internet, media sosial, aplikasi pesan instan, email, dan platform digital lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi digital bagi individu introvert dalam membangun relasi sosial serta untuk mengetahui strategi dan tantangan individu introvert dalam menggunakan komunikasi digital dalam membangun relasi sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi, dimana informan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa introvert, satu karyawan individu introvert dan satu orang psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi digital memiliki peran yang signifikan dalam membantu individu dengan kepribadian introvert membangun dan mempertahankan relasi sosial. Komunikasi digital memberikan ruang yang lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan psikologis introvert dalam mengekspresikan diri, terutama karena dapat mengurangi tekanan sosial yang biasanya muncul dalam komunikasi langsung. Dari sisi strategi, individu introvert cenderung menggunakan pendekatan tidak langsung, seperti membalas story, menyapa melalui teks, atau membahas topik yang ringan. Namun, mereka juga menyadari adanya tantangan, seperti risiko miskomunikasi, keterbatasan ekspresi non-verbal, kelelahan digital, hingga ketergantungan pada media sosial. Meski begitu, para informan menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengembangkan strategi pengelolaan diri, seperti menggunakan emoji, melakukan klarifikasi, memilih platform yang nyaman, dan memberi jeda dalam penggunaan media sosial.
POLITICAL COMMUNICATION STRATEGIES OF MEDAN CITY DPRD MEMBERS DURING RECESS IN THEIR ELECTORAL DISTRICT IN LABUHAN, MEDAN Anugerah Zebua; Salman Hasibuan; Evi Enitari Napitupulu; Lola Gebri Andayati Br Sembiring
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 2 (2026): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i2.29283

Abstract

This study aims to analyze the political communication strategy of members of the Medan City Regional House of Representatives (DPRD) in conducting recess activities in the Constituency of Two Medan Labuhan Districts. Recess is an important constitutional mechanism for legislators to collect constituent aspirations and strengthen the relationship between the legislature and the community. This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Informants comprised one DPRD member as the key informant and five constituent community members as supporting informants. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The findings reveal that the communication strategies employed include: (1) direct communication through face-to-face forums and constituent dialogue; (2) utilization of social media platforms such as Facebook, Instagram, Twitter, and official websites for disseminating information and documenting recess activities; and (3) synergy with the Musrenbang mechanism to follow up on public aspirations. Despite challenges such as the diversity of constituent characteristics and aspirations not yet fully realized, council members have developed their own approaches to maximize the effectiveness of recess activities. This study concludes that an integrative communication strategy combining direct and digital approaches is crucial to the successful absorption of aspirations during recess.