Anugerah Destia Trisetyaningsih
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo, Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Perawatan Kebidanan Pascapersalinan dalam Mencapai Keberhasilan Menyusui: Scoping Review Anugerah Destia Trisetyaningsih; Riadini Wahyu Utami; Nining Tunggal Sri Sunarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/w4kgca65

Abstract

Menyusui adalah metode pemberian makan bayi yang paling bermanfaat dapat meminimalisir terjadinya infeksi pada anak, membantu perkembangan anak yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan ibu. Meskipun manfaat pemberian ASI sudah banyak diketahui, namun beberapa negara terutama negara maju terus mengalami angka pemberian ASI yang rendah. Keberlanjutan pemberian ASI esklusif bersifat multifaktorial, peran dan dukungan bidan selama periode pascapersalinan dianggap sebagai komponen penting. Tujuan scoping review untuk mengetahui peran perawatan kebidanan pascapersalinan dalam mencapai keberhasilan menyusui. Ulasan ini menggunakan metodologi untuk peninjauan pengelompokan seperti yang disarankan oleh Arksey dan O’Malley. Lima tahapan tersebut diantaranya: mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, memetakan data, menyusun, meringkas dan melaporkan hasilnya. Pencarian literatur sistematis menggunakan PubMed, Wiley, Scient Drirect dan Google Scholar. Study design yang digunakan adalah study kualitatif. Hasil diperoleh enam artikel publikasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci. Kami mengelompokkan konsep-konsep kunci tersebut kedalam empat tema yang muncul: dukungan pemberian informasi sebelum persalinan, dukungan bidan pada ibu nifas dan menyusui, hambatan yang dialami bidan, harapan ibu. Secara keseluruhan, keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh kualitas perawatan kebidanan pascapersalinan yang berkelanjutan, berpusat pada ibu dan keluarga, serta didukung oleh kebijakan dan sistem pelayanan yang kondusif. Breastfeeding is the most beneficial method of infant feeding, as it can reduce the risk of infections in children, support optimal child development, and improve maternal health. Although the benefits of breastfeeding are well recognized, several countries, particularly high-income countries, continue to experience low breastfeeding rates. The continuation of exclusive breastfeeding is multifactorial, and the role and support of midwives during the postpartum period are considered key components. This scoping review aimed to identify the role of postpartum midwifery care in achieving breastfeeding success. The review followed the scoping review methodology proposed by Arksey and O’Malley, which includes five stages: identifying the research question, identifying relevant studies, study selection, data charting, and collating, summarizing, and reporting the results. A systematic literature search was conducted using PubMed, Wiley, ScienceDirect, and Google Scholar. The study designs included were qualitative studies. Six published articles were included in the review. Thematic analysis was used to identify key concepts, which were grouped into four emerging themes: provision of antenatal breastfeeding information, midwives’ support for postpartum and breastfeeding mothers, barriers experienced by midwives, and mothers’ expectations. Overall, breastfeeding success is strongly influenced by the quality of continuous postpartum midwifery care that is woman- and family-centered, and supported by conducive health policies and service systems.
Peran Perawatan Kebidanan Pascapersalinan dalam Mencapai Keberhasilan Menyusui: Scoping Review Anugerah Destia Trisetyaningsih; Riadini Wahyu Utami; Nining Tunggal Sri Sunarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/w4kgca65

Abstract

Menyusui adalah metode pemberian makan bayi yang paling bermanfaat dapat meminimalisir terjadinya infeksi pada anak, membantu perkembangan anak yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan ibu. Meskipun manfaat pemberian ASI sudah banyak diketahui, namun beberapa negara terutama negara maju terus mengalami angka pemberian ASI yang rendah. Keberlanjutan pemberian ASI esklusif bersifat multifaktorial, peran dan dukungan bidan selama periode pascapersalinan dianggap sebagai komponen penting. Tujuan scoping review untuk mengetahui peran perawatan kebidanan pascapersalinan dalam mencapai keberhasilan menyusui. Ulasan ini menggunakan metodologi untuk peninjauan pengelompokan seperti yang disarankan oleh Arksey dan O’Malley. Lima tahapan tersebut diantaranya: mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi studi yang relevan, pemilihan studi, memetakan data, menyusun, meringkas dan melaporkan hasilnya. Pencarian literatur sistematis menggunakan PubMed, Wiley, Scient Drirect dan Google Scholar. Study design yang digunakan adalah study kualitatif. Hasil diperoleh enam artikel publikasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci. Kami mengelompokkan konsep-konsep kunci tersebut kedalam empat tema yang muncul: dukungan pemberian informasi sebelum persalinan, dukungan bidan pada ibu nifas dan menyusui, hambatan yang dialami bidan, harapan ibu. Secara keseluruhan, keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh kualitas perawatan kebidanan pascapersalinan yang berkelanjutan, berpusat pada ibu dan keluarga, serta didukung oleh kebijakan dan sistem pelayanan yang kondusif. Breastfeeding is the most beneficial method of infant feeding, as it can reduce the risk of infections in children, support optimal child development, and improve maternal health. Although the benefits of breastfeeding are well recognized, several countries, particularly high-income countries, continue to experience low breastfeeding rates. The continuation of exclusive breastfeeding is multifactorial, and the role and support of midwives during the postpartum period are considered key components. This scoping review aimed to identify the role of postpartum midwifery care in achieving breastfeeding success. The review followed the scoping review methodology proposed by Arksey and O’Malley, which includes five stages: identifying the research question, identifying relevant studies, study selection, data charting, and collating, summarizing, and reporting the results. A systematic literature search was conducted using PubMed, Wiley, ScienceDirect, and Google Scholar. The study designs included were qualitative studies. Six published articles were included in the review. Thematic analysis was used to identify key concepts, which were grouped into four emerging themes: provision of antenatal breastfeeding information, midwives’ support for postpartum and breastfeeding mothers, barriers experienced by midwives, and mothers’ expectations. Overall, breastfeeding success is strongly influenced by the quality of continuous postpartum midwifery care that is woman- and family-centered, and supported by conducive health policies and service systems.
Analisis Hubungan Pekerjaan terhadap Pengetahuan Pranikah pada Calon Pengantin sebagai Langkah Awal Persiapan Pranikah Desi Ekawati; Anugerah Destia Trisetyaningsih; Era Revika
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/5cj3cz26

Abstract

Pengetahuan pranikah adalah aspek krusial dalam mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan berkeluarga, termasuk di dalamnya kesehatan reproduksi dan perencanaan kehamilan. Faktor pekerjaan ikut berperan dalam membentuk tingkat pengetahuan tersebut. Namun, sering kali pemahaman calon pengantin masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan terhadap pengetahuan pranikah sebagai dasar untuk pengembangan edukasi pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di KUA Sewon selama bulan Juni hingga Desember 2025 dengan jumlah subjek sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square untuk melihat kaitan antara pekerjaan dan pengetahuan calon pengantin. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel independen pekerjaan dengan pengetahuan pranikah calon pengantin, di mana Nilai Pearson Chi-Square = 3,876 dengan p-value 0,049 < 0,05. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dan pengetahuan pranikah pada calon pengantin. Premarital knowledge is a crucial aspect in preparing prospective brides and grooms for family life, encompassing reproductive health and pregnancy planning. Employment factors play a role in shaping this level of knowledge. However, often the understanding of engaged couples remains limited, necessitating research to identify the relationship between employment and premarital knowledge as a foundation for developing premarital education. This study employs an analytical observational approach with a cross-sectional design. The research was conducted at KUA Sewon from June to December 2025, involving 43 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis was performed using bivariate analysis with the Chi-square statistical test to examine the link between employment and premarital knowledge. The results indicate a significant relationship between the independent variable of employment and the premarital knowledge of engaged couples, with a Pearson Chi-Square value = 3.876 and a p-value of 0.049 < 0.05. In conclusion, there is a significant relationship between employment and premarital knowledge among engaged couples.
Analisis Hubungan Pekerjaan terhadap Pengetahuan Pranikah pada Calon Pengantin sebagai Langkah Awal Persiapan Pranikah Desi Ekawati; Anugerah Destia Trisetyaningsih; Era Revika
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/5cj3cz26

Abstract

Pengetahuan pranikah adalah aspek krusial dalam mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan berkeluarga, termasuk di dalamnya kesehatan reproduksi dan perencanaan kehamilan. Faktor pekerjaan ikut berperan dalam membentuk tingkat pengetahuan tersebut. Namun, sering kali pemahaman calon pengantin masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan terhadap pengetahuan pranikah sebagai dasar untuk pengembangan edukasi pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di KUA Sewon selama bulan Juni hingga Desember 2025 dengan jumlah subjek sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-square untuk melihat kaitan antara pekerjaan dan pengetahuan calon pengantin. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel independen pekerjaan dengan pengetahuan pranikah calon pengantin, di mana Nilai Pearson Chi-Square = 3,876 dengan p-value 0,049 < 0,05. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dan pengetahuan pranikah pada calon pengantin. Premarital knowledge is a crucial aspect in preparing prospective brides and grooms for family life, encompassing reproductive health and pregnancy planning. Employment factors play a role in shaping this level of knowledge. However, often the understanding of engaged couples remains limited, necessitating research to identify the relationship between employment and premarital knowledge as a foundation for developing premarital education. This study employs an analytical observational approach with a cross-sectional design. The research was conducted at KUA Sewon from June to December 2025, involving 43 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis was performed using bivariate analysis with the Chi-square statistical test to examine the link between employment and premarital knowledge. The results indicate a significant relationship between the independent variable of employment and the premarital knowledge of engaged couples, with a Pearson Chi-Square value = 3.876 and a p-value of 0.049 < 0.05. In conclusion, there is a significant relationship between employment and premarital knowledge among engaged couples.