Andi Aan Mugniyah
Politeknik Kesehatan Megarezky

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene dengan Budaya K3 pada Nelayan: Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene dengan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Nelayan Astrid Pratiwi Rufaedah Amir; Jumhur Salam; Andi Aan Mugniyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/0w4nxc87

Abstract

Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan laut meningkatkan kerentanan nelayan terhadap berbagai penyakit akibat kerja, seperti infeksi kulit dan gangguan pencernaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan budaya K3 pada nelayan melalui edukasi personal hygiene yang aman dan sehat, serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pembentukan perilaku keselamatan kerja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi interaktif, simulasi praktik kebersihan diri, dan evaluasi menggunakan instrumen kuesioner pre-test serta post-test. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, dengan melibatkan 30 orang nelayan sebagai peserta utama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta, yaitu sebanyak 24 orang (80%), memiliki tingkat pengetahuan yang stabil dan baik sejak awal, sementara 6 orang (20%) lainnya mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan setelah mengikuti penyuluhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi edukasi efektif dalam mengubah paradigma nelayan yang semula menganggap K3 hanya sebatas keselamatan fisik dari cuaca ekstrem menjadi kesadaran akan pentingnya higiene sebagai pelindung kesehatan individu yang krusial. Simpulan dari program ini adalah penguatan budaya K3 berbasis pengetahuan personal hygiene berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat nelayan dan menciptakan landasan bagi pola kerja yang lebih higienis. Saran yang diberikan adalah agar Pemerintah Desa Bonto Mate’ne menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai di area dermaga untuk mendukung keberlanjutan praktik PHBS secara nyata. Selain itu, diperlukan pembentukan kader K3 di kalangan nelayan untuk memonitor konsistensi penerapan higiene secara mandiri guna menekan angka risiko penyakit akibat kerja di wilayah pesisir