Sarah Sarah
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN IDEASI BUNUH DIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN Sarah Sarah; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2926

Abstract

Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis karena tuntutan akademik yang tinggi, tekanan selama praktik klinik, serta faktor sosial dan emosional yang kompleks. Tekanan tersebut dapat memicu munculnya masalah kesehatan mental, salah satunya ideasi bunuh diri. Ideasi bunuh diri menjadi perhatian serius karena merupakan fase awal dari perilaku bunuh diri yang termasuk masalah kesehatan global dan berdampak fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya ideasi bunuh diri, salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal. Mahasiswa yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih rentan mengalami stres, persaingan tinggi, serta isolasi sosial, sementara mahasiswa di wilayah perdesaan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ideasi bunuh diri pada mahasiswa keperawatan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 mahasiswa yang diambil melalui teknik disproportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Suicidal Ideation Scale, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik non  parametrik Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (U = 346,5; p = 0,046) dengan mean rank mahasiswa perkotaan 35,82 lebih tinggi dibandingkan perdesaan 27,18 dengan ukuran efek 0,279 menunjukkan perbedaan berada dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa latar wilayah tempat tinggal berkontribusi terhadap munculnya ideasi bunuh diri. Hasil penelitian ini mengharapkan bahwa  institusi pendidikan dapat meningkatkan program deteksi dini kesehatan mental yang dilakukan secara berkala dan dukungan kesehatan mental dengan menyediakan bimbingan konseling yang memperhatikan latar belakang wilayah tempat tinggal mahasiswa.