Lansia berusia 60 tahun ke atas lebih rentan terhadap penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti hipertensi. Hipertensi adalah masalah kesehatan jangka panjang yang sangat umum kepada lansia serta merupakan faktor risiko utama munculnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung koroner. Hipertensi tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologis; metode non-farmakologis juga dapat secara alami membantu meminimalisir tekanan darah serta menaikkan tingkat kualitas hidup lansia. Terapi Relaksasi Benson yaitu teknik relaksasi yang terbukti efektif yang meminimalisir tekanan darah secara fisiologis, mengurangi fungsi sistem saraf simpatik, dan mengaktifkan respons tubuh untuk relaksasi. Pengaruh Terapi Relaksasi Benson kepada penurunan tekanan darah bagi lansia melalui hipertensi adalah subjek penelitian ini. Metode Quasi-Eksperimen dengan desain Pre-Post Test with Control Group digunakan. Penelitian ini melibatkan semua lansia yang mengidap hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam, dan 32 responden dipilih secara purposive. Responden dibagi jadi 2 kelompok: 16 lansia muda dalam kelompok intervensi yang menerima Terapi Relaksasi Benson secara teratur serta 16 lansia muda dalam kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi. Tekanan darah diukur sesudah dan sebelum terapi, dan analisis dilakukan memperugnakan uji statistik komparatif. Hasil penelitian menunjukkan pada tekanan diastolik dan sistolik, kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan dibanding kelompok kontrol, dengan nilai p di bawah 0,05. Hasilnya memperlihatkan bahwasanya Terapi Relaksasi Benson adalah metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengendalikan hipertensi lansia. Oleh karenanya, pendekatan ini bisa digunakan pada praktik keperawatan di layanan kesehatan primer untuk membantu mencegah komplikasi kardiovaskular, meningkatkan kesehatan lansia, dan mendorong pengelolaan hipertensi secara lebih holistik dan berkelanjutan