Fitria M. Radjak
Institut Sains dan Kependidikan KIE Raha Maluku Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Health Education in Improving Understanding of Prevention of Cerebrovascular Stroke Fitria M. Radjak; Ismiyati Hi. Yusuf; Sitti Ramlah Anwar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.156

Abstract

Cerebral Vascular Attack (CVA) or stroke is a serious condition resulting from interrupted blood flow to the brain, potentially leading to brain cell damage or death. This study investigates how health education about cholesterol can enhance community awareness of CVA prevention in Bontoramba, Tamalanrea, Makassar. The purpose of this study was to evaluate the effect of health education related to cholesterol on increasing public awareness in preventing CVA. This study employed a quantitative experimental design using a one-group pre-test and post-test approach with observations. Conducted from July 2 to 8, 2025, it involved 45 community respondents from Bontoramba, selected using purposive sampling technique. Data were analyzed using paired sample t-test and Fisher Exact Test at a 0.05 significance level. The results of the analysis show that there is a significant difference between respondents' knowledge before and after the counseling. The p-value = 0.000 (<0.05) indicates that there is a significant effect of health counseling on cholesterol on increasing public understanding of CVA prevention. The increase in knowledge after the counseling session proves that health education plays an important role in raising public awareness about the risks of high cholesterol, which causes strokes. The information provided broadened the respondents' understanding so that they were able to implement preventive measures more effectively. Health education about cholesterol has been proven to increase public knowledge about CVA prevention in Bontoramba, so it needs to be continuously promoted as a preventive measure to reduce the risk of stroke.
Analisis Hubungan Metabolisme Karbohidrat dengan Regulasi Glukosa Darah pada Individu dengan Pola Diet Berbeda Ismiyati Hi. Yusuf; Fitria M. Radjak
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1829

Abstract

Metabolisme karbohidrat merupakan rangkaian proses biokimia yang berfungsi mempertahankan kestabilan kadar glukosa dalam darah. Variasi pola makan, terutama terkait jumlah serta jenis karbohidrat yang dikonsumsi, dapat memengaruhi sistem regulasi glukosa melalui peran hormon insulin. Ketidakteraturan dalam proses ini berpotensi menimbulkan kondisi seperti prediabetes maupun hiperglikemia. Konsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi umumnya meningkatkan kadar glukosa darah akibat tingginya beban glikemik, sementara pola makan yang seimbang atau rendah karbohidrat cenderung membantu menjaga kestabilan glukosa. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara metabolisme karbohidrat dengan regulasi kadar glukosa darah pada individu dengan pola diet yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross sectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti, seperti usia, kondisi kesehatan, dan pola konsumsi karbohidrat. Responden kemudian dikelompokkan ke dalam diet tinggi karbohidrat, diet seimbang, dan diet rendah karbohidrat. Data diperoleh melalui pemeriksaan kadar glukosa darah serta pengisian kuesioner pola makan. Instrumen kuesioner yang digunakan telah melalui uji validitas dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment, dimana seluruh item pernyataan dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha dan menunjukkan nilai > 0,7, sehingga instrumen dinyatakan reliabel atau konsisten dalam mengukur variabel penelitian. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan rata-rata glukosa tertinggi pada kelompok tinggi karbohidrat dan terendah pada kelompok rendah karbohidrat. Mayoritas responden berada pada kategori normal, meskipun terdapat prediabetes dan hiperglikemia. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pola diet dan regulasi glukosa darah. Faktor lain seperti aktivitas fisik dan gaya hidup turut berkontribusi.