Candra Mukti
Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Organoleptik Produk Snack Crunchy Maltine dari Biji Cempedak (Artocarpus Champeden) Gita Adelia; Dinda Mutiara; Candra Mukti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.516

Abstract

Cempedak (Artocarpus champeden), anggota keluarga Moraceae, merupakan buah tropis yang memiliki kemiripan fisik dengan nangka (Artocarpus heterophyllus). Biji cempedak seringkali dibuang, padahal memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai tingkat penerimaan konsumen terhadap produk inovatif berupa snack kering "Crunchy Maltine" berbahan dasar biji cempedak. Uji organoleptik dengan metode hedonik dilakukan untuk menilai empat atribut sensori, yaitu rasa, tekstur, aroma, dan warna menggunakan skala hedonik 5 poin. Sebanyak 24 responden mengevaluasi dua varian produk original dan pedas manis. Data dikumpulkan melalui kuesioner uji hedonik yang diisi oleh responden setelah mencicipi produk, dan pengumpulan dilakukan secara daring menggunakan Google Form.  Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney untuk melihat perbedaan tingkat kesukaan antara kedua varian. Varian pedas manis memperoleh skor lebih tinggi pada atribut rasa, tekstur, dan warna, sedangkan varian original lebih disukai pada atribut aroma. Rerata skor keseluruhan menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi pada kedua varian (pedas manis: 4,65; original: 4,57), dan analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada seluruh parameter (p > 0,05). Crunchy Maltine berbahan dasar biji cempedak menunjukkan tingkat penerimaan konsumen yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sekaligus sebagai upaya pemanfaatan sumber pangan lokal yang kurang termanfaatkan.