Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI M. Zul Irfan; Radja Kurniawan Lubis; Dendy Kharisna; Gita Adelia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8529

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan fisik rumah. Kondisi ventilasi, pencahayaan alami, kelembapan udara, suhu, dan kepadatan hunian berperan dalam penularan Mycobacterium tuberculosis di lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Jumlah responden sebanyak 54 orang pada kelompok kasus. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran langsung kondisi lingkungan fisik rumah responden menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), kelembapan udara dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), suhu rumah dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), serta kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00). Sementara itu, pencahayaan alami rumah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,21). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagian besar faktor lingkungan fisik rumah, yaitu ventilasi, kelembapan udara, suhu, dan kepadatan hunian, berhubungan dengan kejadian TB Paru, sedangkan pencahayaan alami tidak berhubungan secara signifikan. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif terkait perbaikan kualitas lingkungan fisik rumah sebagai bagian dari pengendalian TB Paru di Masyarakat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Kecanduan Game Online Pada Remaja di SMP Negeri 3 Dumai Reyhan Fajar Reyhan; Emul Yani; Gita Adelia; Yureya Nita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55472

Abstract

Kecanduan game online pada remaja merupakan permasalahan yang semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan stres yang berdampak pada kesehatan mental, perilaku, serta prestasi akademik. Kondisi ini menjadikan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stres akibat kecanduan game online penting untuk dilakukan guna mendukung upaya pencegahan dan intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stres kecanduan game online pada remaja. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa/i SMP Negeri 3 Dumai, dengan sampel 201 responden menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Online Game Playing Intensity Scale untuk mengukur durasi bermain game online, Family Support Questionnaire untuk mengukur dukungan keluarga, Brief Self-Control Scale untuk mengukur kontrol diri, serta Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara durasi bermain game online dengan stres (p value = 0,222), namun terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan stres (p value = 0,006) dan kontrol diri dengan stres (p value = 0,001). Kesimpulan menunjukkan faktor yang berhubungan dengan stres kecanduan game online pada remaja adalah dukungan keluarga dan kontrol diri.
Nursing Diagnoses in Pediatric Surgical Inpatients: A Cross-Sectional Study Gita Adelia; Eka Malfasari; Deswinda Deswinda; Candra Saputra; Bayu Azhar; M Zul 'irfan; Rizka Febtrina; Noni Ramadianty
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 1 (2026): June
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/ncjk.v14i1.10554

Abstract

Introduction: Children in surgical units are vulnerable to nursing problems due to invasive procedures and complex medical conditions. Identifying nursing diagnoses is essential to determine appropriate and effective interventions.Objective: This study aimed to identify nursing diagnoses based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia, SDKI) in pediatric patients hospitalized in a pediatric surgical care unit. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design using retrospective data from medical records. The study was conducted in the Pediatric Surgical Care Unit of Arifin Achmad General Hospital, Riau Province, from December 2024 to March 2025. The sample consisted of 107 children and adolescents who were hospitalized for more than 24 hours. Data were collected using pediatric nursing assessment forms and analyzed descriptively using frequency and percentage. Results: A total of 13 actual nursing problems were identified. The most common problem was acute pain (D.0077), found in 82 cases (75%). Other issues included decreased intracranial adaptive capacity (D.0066) and constipation (D.0049), each in 6 cases (6.5%), as well as urinary elimination impairment (D.0040) and anxiety (D.0080), each in 2 cases (2.2%). Conclusion: Acute pain is the most dominant nursing problem among postoperative children, accompanied by anxiety as a significant psychological issue. A systematic SDKI-based assessment of pain and anxiety, along with integrated interventions encompassing pain management and anxiety reduction, is essential to improve the quality of care and enhance postoperative recovery outcomes in children.
Development of Raptor Model (Regular Ambulator Treatment Origination) Towards Physical Immobility of Stroke Patients With NIC and NOC Approach Bayu Azhar; Gita Adelia; Candra Saputra; Nina Trisnawati; Wahyudi Wahyudi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5217

Abstract

Physical complaints of cancer patients can cause a decrease in physical well-being. Therefore, it is necessary to develop independent nursing therapy to overcome these problems, including oncology massage. The purpose of this study was to test the effectiveness of a new technique of oncology massage, a combination of effluerage and acupressure methods to improve physical well-being. This research method used randomized control trial, pre and post study method, single blind. The population was cancer patients treated at Dr. Adhyatma Hospital, with a sample of 44 respondents. This study was conducted for 6 months starting from June to November 2024. Data collection tools used BPI, PMS, BFI and PSQI. Data analysis used the t-test. The results showed a significant difference in physical well-being (p<0.05) on day-1 compared to day-5 in the intervention and control groups. There was a significant difference in physical well-being (p=0.041), including indicators: pain (p=0.014), physical fatigue (p=0.033), and quality of sleep (p=0.024), on day 5 after being given a new technique of oncology massage in the intervention group compared to the control, but there was no difference in physical mobility (p=0.325). The conclusion is new technique of oncology massage is effective in improving the physical well-being of cancer patients, especially reducing pain and physical fatigue and improving the quality of sleep. Suggestions are recommended that this new technique can be used as a nursing modality therapy in cancer patient care in hospitals.