Cynthia Eka Fayuning Tjomadi
Universitas Sari Mulia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dan Emotional Eating (Over Eating) dengan Risiko Diabetes Mellitus pada Mahasiswa Kesehatan Semester Akhir Cindy Maulida; Onieqie Ayu Dhea Manto; Cynthia Eka Fayuning Tjomadi; Subhannur Rahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.818

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir seringkali menghadapi stres akademik yang tinggi akibat tuntutan tugas akhir. Kondisi stres ini dapat memicu perubahan pola makan yang dikenal sebagai emotional eating (over eating), yaitu kecenderungan makan sebagai respons terhadap emosi negatif. Perilaku makan ini menjadi salah satu faktor risiko gaya hidup yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya diabetes mellitus di kemudian hari. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan emotional eating (over eating) dengan risiko diabetes mellitus pada mahasiswa kesehatan semester akhir. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling, sampel penelitian berjumlah 68 orang. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner perceived stres scale (PSS-10), dutch eating behavior questionnaire (DEBQ), dan finnish diabetes risk score (FINDRISC). Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Penelitian ini menunjukan nilai Sig.(2-tailed) tingkat stres dan emotional eating (0,879 dan 0,382). Nilai ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat stres dan emotional eating (over eating) dengan risiko diabetes mellitus pada mahasiswa kesehatan semester akhir. Tingkat Stres dan Emotional Eating (Over Eating) tidak memiliki risiko Diabetes Mellitus saat ini akan tetapi hal ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab apabila hal tersebut tidak ditangani dengan baik untuk jangka panjang.