Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Thought Stopping Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Masyarakat Penerima Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin: The Effect of Thought stopping on Reducing Anxiety Levels for the Recipient of the Covid-19 Vaccination in the Banjarmasin Terminal Health Center Work Area Tya Ayu Widyasari; Subhannur Rahman; Desilestia Dwi Salmarini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5129

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused various impacts that have been experienced by Indonesian people. The government has provided a breakthrough to reduce the number of Covid-19 in Indonesia, namely the Covid-19 vaccination. The hope of the Covid-19 vaccination is to create herd immunity for the people of Indonesia, but there are still many people who experience anxiety during the process of receiving the Covid-19 vaccination. A preliminary study conducted in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center showed that 5 out of 10 people experienced anxiety. The anxiety experienced by the community can be reduced in various ways, one of which is the provision of thought stopping therapy interventions. This study aims to determine whether there is an effect of thought stopping on reducing the anxiety level of the people who receive the COVID-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center.This research uses quantitative methods. The population taken is the community receiving the covid-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center. The number of samples is 30 people with purposive sampling technique. The results of the Paired T-Test statistic test showed that the significance value (2-tailed) was 0.000 <0.05, indicating a difference between anxiety before and after the intervention. There is an effect of thought stopping on reducing the level of anxiety of the people receiving the covid-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center
Pengaruh Thought Stopping Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Masyarakat Penerima Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Terminal Banjarmasin: The Effect of Thought Stopping on Reducing Axiety Levels for the Recipient of the Covid-19 Vaccination in the Banjarmasin Terminal Health Center Work Area Tya Ayu Widyasari; Subhannur Rahman; Desilestia Dwi Salmarini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5665

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused various impacts that have been experienced by Indonesian people. The government has provided a breakthrough to reduce the number of Covid-19 in Indonesia, namely the Covid-19 vaccination. The hope of the Covid-19 vaccination is to create herd immunity for the people of Indonesia, but there are still many people who experience anxiety during the process of receiving the Covid-19 vaccination. A preliminary study conducted in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center showed that 5 out of 10 people experienced anxiety. The anxiety experienced by the community can be reduced in various ways, one of which is the provision of thought stopping therapy interventions. This study aims to determine whether there is an effect of thought stopping on reducing the anxiety level of the people who receive the COVID-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center.This research uses quantitative methods. The population taken is the community receiving the covid-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center. The number of samples is 30 people with purposive sampling technique. The results of the Paired T-Test statistic test showed that the significance value (2-tailed) was 0.000 <0.05, indicating a difference between anxiety before and after the intervention. There is an effect of thought stopping on reducing the level of anxiety of the people receiving the covid-19 vaccination in the working area of ​​the Banjarmasin Terminal Health Center
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN REBUSAN KAYU MANIS SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ridho Alpiani; Mahlianor Amelia; Rika Purnama Sari; Novi Febriyanti; Karima Khubba; Subhannur Rahman; Rian Tasalim; Akbar Muhammad Ilham
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1474

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada kelompok lanjut usia. Lansia sebagai kelompok rentan seringkali memiliki keterbatasan dalam akses dan toleransi terhadap terapi farmakologis tertentu. Penggunaan jangka panjang seringkali menimbulkan efek samping, ketergantungan, serta permasalahan kepatuhan minum obat pada lansia. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi komplementer yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping minimal. Tujuan kegiatan ini untuk menganalisa efektivitas terapi rebusan kayu manis sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan Koordinasi, identifikasi awal kondisi lansia yang mengalami hipertensi dengan wawancara dan pengukuran. Tahap selanjutnya persiapan dan Implementasi serta evaluasi. Media yang digunakan yaitu kayu manis, alat pengukur tekanan darah (tensimeter digital atau manual dan stetoskop), lembar observasi, serta lembar evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,9 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg setelah intervensi dibandingkan sebelum intervensi. Maka disimpulkan bahwa pemberian rebusan kayu manis berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wisma Seroja PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru.
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Dukungan Keluarga dengan Anggota Keluarga Skizofrenia Nur Melita; Subhannur Rahman; M. Arief Wijaksono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.187

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang akan menimbul penderitaan bagi individu dan beban bagi keluarga. Pengetahuan keluarga dapat mempengaruhi Dukungan keluarga dalam perawatan pasien skizofrenia. Keluarga  disarankan  untuk meningkatkan   pengetahuan dengan meminta  informasi tentang  skizofrenia  agar mempercepat    penyembuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan anggota keluarga skizofrenia di polikinik jiwa RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dengan desain crossectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 75 keluarga pasien yang anggota keluarganya skizofrenia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner dukungan keluarga. Kuesioner pengetahuan nilai relibitas α=0,63 dan kuesioner dukungan keluarga relibitas α=0,64 . Analisis data menggunakan Rank Spearman. (1) Tingkat pengetahuan keluarga pasien dengan anggota keluarga skizofrenia pada tingkatan baik sebesar 21,33%, cukup sebesar 60%, dan kurang sebesar 18,67%.(2) Dukungan keluarga pasien dengan anggota keluarga skizofrenia pada tingkatan baik sebesar 53,33%, cukup sebesar 46,67%. (3) Hasil uji statistik rank  Spearman pada tingkat kepercayaan 95% dengan  = 0,05 diperoleh rho () sebesar 0,547 dan  probabilitas (P) sebesar 0,000, artinya tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki hubungan positif dan signifikan. Tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga memiliki peran besar untuk pengobatan dan penyembuhan pasien skizofrenia.  
DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAU Heri Yeni; Istiqomah Istiqomah; Zulliati Zulliati; Subhannur Rahman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4629

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah serius di Indonesia, dengan target penurunan yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Prevalensi BBLR di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi penyebab utama AKB. Meskipun terjadi penurunan AKB, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Penyebab BBLR antara lain kelahiran premature dan pertumbuhan janin terlambat. Kualitas kesehatan ibu dan asupan gizi yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya BBLR. Data terkini menunjukkan angka kejadian BBLR yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskemas Padang Luas, menekankan pentingnya deteksi dini dan perencanaan kehamilan yang baik.Tujuan: menanalisis Determinan Persalinan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas.Metode: Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif, menggunakan metode penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus uji chi square dan odd ratio. Sampel berjumlah 75 ibu bersalin dimana 25 sampel kasusu dan 50 sampel kontrol.Hasil: Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi yang terdiri dari riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu riwayat UK p-value 0,000, paritas p value 0,032 OR 2,912, IMT p value 0,00, riwayat komplikasi kehamilan p value 0,000 OR 46,00.Simpulan: Riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memyebabkan terjadinya kejadian BBLR.Kata Kunci: Riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR Kata kunci: riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR
Dukungan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Awayan Umairah Umairah; Subhannur Rahman
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1155

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. IDF Atlas 2021 mencatat 19,5 juta penderita dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045. Di Kalimantan Selatan, kasus meningkat dari 15.880 (2022) menjadi 26.667 (2023). Di Kabupaten Balangan, kasus naik dari 768 menjadi 799. Puskesmas Awayan mengalami lonjakan dari 241 kasus (2022) menjadi 598 kasus (2023). Kondisi ini menegaskan pentingnya dukungan petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Awayan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Mayoritas responden berusia 45–59 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (73,3%), berpendidikan SMP (46,7%), dan bekerja sebagai pedagang (63,3%). Dukungan terhadap petugas kesehatan tinggi (53,3%) dan kepatuhan minum obat juga tinggi (53,3%). Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat. Semakin tinggi dukungan yang diberikan, semakin tinggi kepatuhan pasien.
Pengaruh Pemberian Hipnotis Lima Jari Berbasis Komunikasi Bahasa Banjar terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Muhammad Rifa’i; Subhannur Rahman; Rian Tasalim
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.582

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kecemasan akibat perubahan psikologis, sosial, dan lingkungan yang mereka alami. Tingginya tekanan akademik, perubahan hormonal, serta interaksi sosial yang kompleks menjadikan remaja lebih mudah mengalami stres dan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada performa belajar dan kesehatan mental jangka panjang. Pendekatan intervensi non-farmakologis seperti hipnotis lima jari berbasis komunikasi bahasa banjar dapat menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan karena memberikan ketenangan, rasa aman dan kedekatan emosional pada remaja yang menerima terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hipnotis lima jari berbasis komunikasi bahasa Banjar terhadap tingkat kecemasan remaja di SMPN 30 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ‘’pre-eksperimental one group pre-test and post-test’’. Jumlah sampel sebanyak 30 orang remaja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecemasan The Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS) hasil validitas berkisar antara 0,208 hingga 0,589 sedangkan hasil uji reliabilitas 0,793. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diberikan intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Ada Pengaruh pemberian hipnotis lima jari berbasis komunikasi bahasa banjar terhadap tingkat kecemasan remaja di SMPN 30 Banjarmasin.
Hubungan Tingkat Stres dan Emotional Eating (Over Eating) dengan Risiko Diabetes Mellitus pada Mahasiswa Kesehatan Semester Akhir Cindy Maulida; Onieqie Ayu Dhea Manto; Cynthia Eka Fayuning Tjomadi; Subhannur Rahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.818

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir seringkali menghadapi stres akademik yang tinggi akibat tuntutan tugas akhir. Kondisi stres ini dapat memicu perubahan pola makan yang dikenal sebagai emotional eating (over eating), yaitu kecenderungan makan sebagai respons terhadap emosi negatif. Perilaku makan ini menjadi salah satu faktor risiko gaya hidup yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya diabetes mellitus di kemudian hari. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan emotional eating (over eating) dengan risiko diabetes mellitus pada mahasiswa kesehatan semester akhir. Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, sampel penelitian dipilih dengan purposive sampling, sampel penelitian berjumlah 68 orang. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner perceived stres scale (PSS-10), dutch eating behavior questionnaire (DEBQ), dan finnish diabetes risk score (FINDRISC). Analisis data menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Penelitian ini menunjukan nilai Sig.(2-tailed) tingkat stres dan emotional eating (0,879 dan 0,382). Nilai ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat stres dan emotional eating (over eating) dengan risiko diabetes mellitus pada mahasiswa kesehatan semester akhir. Tingkat Stres dan Emotional Eating (Over Eating) tidak memiliki risiko Diabetes Mellitus saat ini akan tetapi hal ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab apabila hal tersebut tidak ditangani dengan baik untuk jangka panjang.
Hubungan antara Index Masa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Ice Trianti; Rian Tasalim; Angga Irawan; Subhannur Rahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1639

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi masalah kesehatan utama di pelayanan kesehatan primer. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan gangguan mekanisme regulasi tekanan darah. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah indeks massa tubuh (IMT). Lansia dengan IMT tidak normal, terutama overweight dan obesitas, memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat peningkatan resistensi perifer dan beban kerja jantung. Di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan, masih ditemukan tingginya kasus hipertensi pada lansia yang disertai status gizi berlebih, sehingga diperlukan kajian ilmiah sebagai dasar intervensi promotif dan preventif. Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat ukur standar. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori IMT overweight dan obesitas serta mengalami hipertensi. Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kejadian hipertensi pada lansia (p 0,000). Indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia.
DETERMINAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG LUAS KABUPATEN TANAH LAU Heri Yeni; Istiqomah Istiqomah; Zulliati Zulliati; Subhannur Rahman
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4629

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) dan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah serius di Indonesia, dengan target penurunan yang ditetapkan dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Prevalensi BBLR di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi penyebab utama AKB. Meskipun terjadi penurunan AKB, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan. Penyebab BBLR antara lain kelahiran premature dan pertumbuhan janin terlambat. Kualitas kesehatan ibu dan asupan gizi yang tidak memadai merupakan faktor risiko utama terjadinya BBLR. Data terkini menunjukkan angka kejadian BBLR yang cukup tinggi di wilayah kerja Puskemas Padang Luas, menekankan pentingnya deteksi dini dan perencanaan kehamilan yang baik.Tujuan: menanalisis Determinan Persalinan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Luas.Metode: Penelitian ini merupakan analisis kuantitatif, menggunakan metode penelitian case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus uji chi square dan odd ratio. Sampel berjumlah 75 ibu bersalin dimana 25 sampel kasusu dan 50 sampel kontrol.Hasil: Data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi yang terdiri dari riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan. Hasil penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu riwayat UK p-value 0,000, paritas p value 0,032 OR 2,912, IMT p value 0,00, riwayat komplikasi kehamilan p value 0,000 OR 46,00.Simpulan: Riwayat UK, paritas, IMT, dan riwayat komplikasi kehamilan merupakan faktor-faktor yang dapat memyebabkan terjadinya kejadian BBLR.Kata Kunci: Riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR Kata kunci: riwayat UK, paritas, IMT, riwayat komplikasi kehamilan, BBLR