Agustina Desy Putri
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas Aromatherapy Lavender dan Pijat Oksitosin terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum Shaimaa Alma La’ali; Atun Raudotul Ma’rifah; Agustina Desy Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1039

Abstract

Produksi ASI yang inadekuat pada bayi baru lahir sering disebabkan karena kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Masalah ini perlu segera ditangani karena besarnya manfaat ASI bagi kesehatan ibu dan bayi. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti Aroma terapi lavender dan pijat oksitosin dapat meningkatkan stimulasi impuls saraf yang dituju karena kulit menyerap minyak aroma terapi melancarkan sirkulasi darah, melemaskan otot, meningkatkan kenyamanan psikologis ibu, dan meningkatkan kelancaran ASI.  Tujuan penelitian menganalisis efektivitas aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif analisis terhadap seorang pasien bernama Ny.A di ruang flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 16-17 Juli 2025.  Intervensi dilakukan selama dua hari, sekali sehari, dengan durasi 20-30 menit setiap sesi. Data dikumpulkan berdasarkan hasil pengkajian dan evaluasi yang diperoleh dari data subyektif, objektif, dan pemeriksaan penunjang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi asuhan keperawatan, dengan tahapan pengkajian,. Hasil menunjukkan peningkatan suplai ASI, ibu tampak lebih rileks, dan peningkatan asupan bayi. . Dengan demikian, aroma terapi lavender dan pijat oksitosin  tidak hanya efektif dalam merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin yang sangat berperan dalam memproduksi ASI, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang membuat ibu lebih rileks menjadi faktor kunci keberhasilan menyusui.