Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effectiveness of the Ma'baca Baca Tradition as An Educational Medium on Pregnancy Danger Signs to Prevent Stunting” Devi Darwin; Sugiyanto Sugiyanto; Herawati Syamsul; Yulianti N.; Hasri Hasri; Kristi Magdalena Dowo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.635

Abstract

Stunting remains a serious public health problem, with inadequate maternal knowledge of pregnancy danger signs being one of its major risk factors. Health education efforts are often less effective due to the lack of culturally appropriate approaches. The Ma’baca-Baca tradition, which is deeply rooted in the Luwu indigenous community, has strong potential as a culturally acceptable medium for health education. Therefore, integrating education on pregnancy danger signs and stunting prevention into the Ma’baca-Baca tradition, supported by a pocketbook as a sustainable source of information, is important to examine in order to improve the effectiveness of culturally based maternal health education. To determine the effectiveness of the Ma'baca Baca tradition as an educational medium on pregnancy danger signs for stunting prevention in the Luwu indigenous community. This study employed a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with a control group. The participants were women from religious study groups selected through accidental sampling, namely those who attended the Ma’baca-Baca activity. The respondents consisted of 25 participants in the intervention group who received education through a pocketbook and 25 participants in the control group. Data were collected through pre-tests and post-tests and analyzed using the Mann–Whitney test. A normality test was conducted, and the results showed that the data were not normally distributed. Data analysis was performed using the Mann-Whitney test, which revealed a p-value of 0.001 (< 0.05), indicating a statistically highly significant difference between the intervention group and the control group after the intervention was administered. These results demonstrate that the intervention was effective in improving pregnant women’s knowledge of pregnancy danger signs. In other words, the treatment applied to the intervention group was proven to have a significantly positive impact compared to the control group.
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang Untuk Mengoptimalkan Kualitas ASI Dalam Mendukung Pencegahan Stunting Sumarni Sumarni; Erniawati Erniawati; Devi Darwin; Yulianti N
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/nszsng87

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak tepat, serta kondisi kesehatan ibu dan keluarga. Pada masa menyusui, pemenuhan gizi ibu yang adekuat penting untuk mempertahankan kesehatan ibu dan mendukung proses menyusui, sedangkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping yang sesuai merupakan bagian penting dari pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang selama menyusui, praktik menyusui yang tepat, serta peran gizi ibu dan anak dalam pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tahun 2026, dengan melibatkan 20 ibu yang memiliki balita. Kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa dan kader, penilaian awal, edukasi gizi dan ASI, diskusi interaktif, skrining antropometri, serta evaluasi setelah edukasi. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum edukasi menjadi 85,0% setelah intervensi. Kegiatan juga mengidentifikasi kondisi yang berkaitan dengan risiko masalah nutrisi dan memperkuat pemahaman ibu mengenai keanekaragaman pangan, sumber protein, zat gizi mikro, kecukupan cairan, dukungan menyusui, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diintegrasikan dengan skrining kesehatan dasar dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan berpotensi memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga. Edukasi berkelanjutan, pemantauan status gizi ibu dan anak, konseling menyusui, serta koordinasi dengan pelayanan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan
Pemberdayaan Remaja sebagai Agen Pencegahan Stunting Berbasis Digital di MAN Kota Palopo Andi Sufiani; Syamsumar Bustamin; Devi Darwin
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 3 (2026): September - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.3.2026.1927

Abstract

Stunting masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu dicegah sejak masa remaja melalui penguatan literasi kesehatan, pemahaman gizi, dan keterlibatan remaja dalam menyebarkan informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membekali siswa MAN Kota Palopo dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung peran remaja sebagai agen pencegahan stunting berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, Juni–Agustus 2026, dengan sasaran 30–40 siswa kelas X–XI yang didampingi Guru UKS dan Pembina OSIS. Kegiatan meliputi sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting, praktik pemanfaatan media digital, serta pelatihan dan aksi kader kesehatan remaja. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterlibatan peserta dalam diskusi dan praktik, kemampuan menjelaskan kembali materi, penggunaan media edukasi digital, serta kemampuan menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya. Pelaksanaan kegiatan memberikan pengalaman kepada siswa dalam memahami stunting, 1000 Hari Pertama Kehidupan, gizi seimbang, anemia remaja, kesehatan reproduksi, serta penggunaan e-book, poster digital, dan video sebagai media edukasi. Kegiatan juga menghasilkan kader kesehatan remaja yang memperoleh pengalaman dalam komunikasi kesehatan dan edukasi teman sebaya. Keberlanjutan program didukung oleh Guru UKS dan Pembina OSIS melalui pendampingan kader serta pemanfaatan media digital dalam kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.