Erniawati Erniawati
Universitas Kurnia Jaya Persada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Kesehatan Berbasis Komunitas Sebagai Deteksi Dini Gangguan Metabolik Dan Nutrisi Dalam Mendukung Pencegahan Stunting Erniawati Erniawati; Sumarni Sumarni; Jumriani Jumriani; Irmayanti Irmayanti; Haerani Haerani
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/q4t97214

Abstract

Gangguan metabolik dan masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Namun, upaya deteksi dini di tingkat komunitas masih terbatas dan belum terintegrasi dengan pendekatan berbasis penelitian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan skrining kesehatan kolaboratif guna mendeteksi dini gangguan metabolik, mengidentifikasi faktor risiko nutrisi, serta mempersiapkan analisis parasit intestinal sebagai bagian dari penelitian kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan Kabupaten Bulukumba pada tahun 2026 dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari ibu dan remaja. Pemeriksaan meliputi glukosa darah, kolesterol, dan asam urat menggunakan metode point of care testing (POCT), pengukuran antropometri, edukasi kesehatan, serta pengambilan sampel feses. Hasil menunjukkan bahwa 30,0% peserta memiliki glukosa darah tinggi, 35,0% memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 25,0% memiliki kadar asam urat tinggi. Sebanyak 30,0% peserta berisiko mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Sampel feses berhasil dikumpulkan untuk analisis laboratorium lanjutan, meskipun hasil pemeriksaan belum tersedia pada tahap ini. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum kegiatan menjadi 85,0% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi skrining kesehatan dengan pendekatan penelitian dapat meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan serta mendukung intervensi kesehatan selanjutnya. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pencegahan stunting berbasis komunitas melalui identifikasi dini faktor risiko kesehatan ibu dan keluarga
Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang Untuk Mengoptimalkan Kualitas ASI Dalam Mendukung Pencegahan Stunting Sumarni Sumarni; Erniawati Erniawati; Devi Darwin; Yulianti N
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/nszsng87

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, praktik pemberian makan bayi dan anak yang tidak tepat, serta kondisi kesehatan ibu dan keluarga. Pada masa menyusui, pemenuhan gizi ibu yang adekuat penting untuk mempertahankan kesehatan ibu dan mendukung proses menyusui, sedangkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan dilanjutkan bersama makanan pendamping yang sesuai merupakan bagian penting dari pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang selama menyusui, praktik menyusui yang tepat, serta peran gizi ibu dan anak dalam pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bontonyeleng dan Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tahun 2026, dengan melibatkan 20 ibu yang memiliki balita. Kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa dan kader, penilaian awal, edukasi gizi dan ASI, diskusi interaktif, skrining antropometri, serta evaluasi setelah edukasi. Pengetahuan peserta meningkat dari 42,0% sebelum edukasi menjadi 85,0% setelah intervensi. Kegiatan juga mengidentifikasi kondisi yang berkaitan dengan risiko masalah nutrisi dan memperkuat pemahaman ibu mengenai keanekaragaman pangan, sumber protein, zat gizi mikro, kecukupan cairan, dukungan menyusui, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diintegrasikan dengan skrining kesehatan dasar dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan berpotensi memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga. Edukasi berkelanjutan, pemantauan status gizi ibu dan anak, konseling menyusui, serta koordinasi dengan pelayanan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan