Warih Anjari Dyah Kusumaningayu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara Postur Tubuh dengan Keseimbangan pada Anak Usia 5-6 Tahun Fatchurrohmah Ines Prabandari; Warih Anjari Dyah Kusumaningayu; Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1176

Abstract

Perkembangan motorik anak usia dini sangat bergantung pada postur tubuh dan keseimbangan. Kontrol tubuh yang baik diperlukan untuk mendukung aktivitas gerak seperti berdiri, berjalan, berlari, dan bermain. Posisi tubuh yang buruk dapat mengganggu pusat gravitasi tubuh dan menghambat keseimbangan anak. Posisi tubuh yang buruk dapat mengganggu pusat gravitasi tubuh dan menghambat keseimbangan anak. Keseimbangan yang optimal sangat penting bagi anak dalam menunjang kemandirian, koordinasi gerak, serta kesiapan mengikuti aktivitas pembelajaran dan permainan fisik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun dengan postur tubuh yang kurang optimal yang diduga dapat berdampak pada keseimbangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur tubuh dengan keseimbangan pada anak usia 5-6 tahun. Metode kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan bagaimana postur tubuh dan keseimbangan anak-anak berusia lima hingga enam tahun berkorelasi satu sama lain. Penelitian ini melibatkan anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun yang memenuhi kriteria penelitian. Postur tubuh diukur dengan menggunakan posture assessment grid dan keseimbangan diukur dengan menggunakan balance beam test. Uji korelasi Kendall’s Tau B digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan korelasi yang sangat lemah antara kedua variabel, dengan koefisien korelasi -0,105, dan nilai signifikansi p 0,381. Namun, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (p < 0,05), korelasi tersebut tidak signifikan secara statistik.