Heni Wahyu Riandari
Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Resiko Kejadian Stroke Usia Muda pada Pasien Heni Wahyu Riandari; Maulana Arif Murtadho
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1273

Abstract

Penyakit stroke kini cenderung mengalami pergeseran tren usia, di mana kasus pada kelompok usia produktif di bawah 50 tahun mulai meningkat. Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi pada tahun 2024, tercatat 91 penderita stroke berada pada rentang usia 30-49 tahun. Fenomena ini diduga berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan kondisi metabolik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko (jenis kelamin, hipertensi, status gizi, dan kadar kolesterol) yang memengaruhi kejadian stroke usia muda (<50 tahun) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan case-control. Total sampel berjumlah 90 responden, yang terdiri dari 45 sampel kasus (usia <50 tahun) dan 45 sampel kontrol (usia ≥50 tahun). Pengambilan sampel kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p=0,197), hipertensi (p=0,253), dan kadar kolesterol (p=0,302) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap kejadian stroke usia muda. Namun, status gizi memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai p=0,001. Hasil analisis multivariat (regresi logistik ganda) menunjukkan bahwa hanya status gizi yang menjadi faktor risiko dominan. Responden dengan kategori obesitas memiliki risiko stroke 8,444 kali lipat lebih tinggi (OR=8,444; 95% CI=1,625–43,876) dibandingkan dengan status gizi normal. Responden dengan kategori overweight memiliki risiko 8,022 kali lipat lebih tinggi (OR=8,022; 95% CI=2,582–24,923)