Penyakit stroke kini cenderung mengalami pergeseran tren usia, di mana kasus pada kelompok usia produktif di bawah 50 tahun mulai meningkat. Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi pada tahun 2024, tercatat 91 penderita stroke berada pada rentang usia 30-49 tahun. Fenomena ini diduga berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan kondisi metabolik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko (jenis kelamin, hipertensi, status gizi, dan kadar kolesterol) yang memengaruhi kejadian stroke usia muda (<50 tahun) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan case-control. Total sampel berjumlah 90 responden, yang terdiri dari 45 sampel kasus (usia <50 tahun) dan 45 sampel kontrol (usia ≥50 tahun). Pengambilan sampel kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p=0,197), hipertensi (p=0,253), dan kadar kolesterol (p=0,302) tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap kejadian stroke usia muda. Namun, status gizi memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai p=0,001. Hasil analisis multivariat (regresi logistik ganda) menunjukkan bahwa hanya status gizi yang menjadi faktor risiko dominan. Responden dengan kategori obesitas memiliki risiko stroke 8,444 kali lipat lebih tinggi (OR=8,444; 95% CI=1,625–43,876) dibandingkan dengan status gizi normal. Responden dengan kategori overweight memiliki risiko 8,022 kali lipat lebih tinggi (OR=8,022; 95% CI=2,582–24,923)