Muhammad Sandi Suwardi
Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pengkajian Guy's Hospital Stroke Score dan System Score Stroke Dave dan Djoenaidi dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktua Pasien Stroke Berat Fase Akut di IGD Grisiana Agustin Patrisia; M. Sobirin Mohtar; Muhammad Sandi Suwardi; Bagus Rahmat Santoso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1400

Abstract

Keterlambatan diagnosis pada pasien stroke fase akut akibat waktu tunggu CT-scan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Penelitian ini membandingkan efektivitas (GHSS) dan (SSSDD) dalam mempercepat perolehan diagnosis keperawatan aktual penderita stroke berat di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh, Banjarmasin. Tujuan untuk menentukan alat skoring paling efisien untuk mengatasi keterlambatan diagnosis di lingkungan gawat darurat, di mana penanganan cepat sangat krusial. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan desain accidental sampling terhadap 30 pasien stroke di IGD. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: 15 dikaji dengan GHSS dan 15 dengan SSSDD. Variabel yang diukur adalah durasi pengkajian dan perolehan diagnosis. Data dianalis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil SSSDD secara signifikan (p<0,05) lebih cepat daripada GHSS. Rata-rata durasi pengkajian SSSDD adalah 16,87 menit dibandingkan 19,33 menit untuk GHSS. Waktu untuk memperoleh diagnosis juga lebih singkat dengan SSSDD, yaitu rata- rata 29,20 menit berbanding 37,20 menit untuk GHSS. Uji statistik Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan ini untuk durasi pengkajian (p=0,008) dan perolehan diagnosis (p=0,009).  SSSDD terbukti lebih unggul dan efektif untuk digunakan di lingkungan gawat darurat, dibandingkan dengan GHSS. Metode SSSDD ini secara signifikan mempercepat proses pengkajian dan penentuan diagnosis keperawatan, yang sangat krusial dalam penanganan stroke akut.
Hubungan Kadar LDL (Low-Density Lipoprotein) Dengan Risiko Storke Pada Pasien Hipertensi Dalam Rujukan 4,5 Jam Pertama Di Puskesmas Cempaka M. Jaini Gani; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna; Muhammad Sandi Suwardi; M. Sobirin Mohtar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1593

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Peningkatan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) dapat mempercepat aterosklerosis sehingga meningkatkan risiko stroke. Deteksi dini pada periode emas (golden period) 4,5 jam pertama penting untuk meningkatkan keberhasilan penanganan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional pendekatan cross-sectional pada 37 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kadar LDL diukur menggunakan Lipid Meter, sedangkan risiko stroke dinilai menggunakan instrumen SeGeRa Ke RS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton Exact Test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan risiko stroke pada penderita hipertensi dalam rujukan 4,5 jam pertama di Puskesmas Cempaka (p < 0,05). Disimpulkan bahwa kadar LDL berhubungan dengan risiko stroke, sehingga skrining LDL berkala, penggunaan instrumen SeGeRa Ke RS, dan edukasi deteksi dini stroke perlu ditingkatkan untuk mendukung penanganan pada masa golden period.