Menopouse merupakan keadaan alamiah yang ditandai dengan berhertinya haid selama 12 bulan. Pada masa menopause, wanita akan mengalami penurunan fungsi ovarium yang dapat mengakibatkan penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita yang menyebabkan tidak adanya respon oosit di ovarium. Wanita menopouse akan mengalami barbagai perubahan baik secara fisik maupun psikis. Perubahan yang terjadi berupa rasa panas (hot flush), insomnia, berkeringat pada malam hari, kerutan pada vagina, konstipasi, penurunan gairah seksual, perubahan berat badan, dan mudah merasa lelah. Sedangkan perubahan psikis yang dapat terajdi seperti merasa depresi, daya ingat menurun, dan mudah tersinggung. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan gangguan masa menopause dengan Tingkat kecemasan pada ibu menopause. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analitik studi korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan diklinik Elly Klambir V Kebun pada tahun 2021 dengan sampel sebanyak 56 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa skala MRS untuk variabel independen dan HARS untuk variabel dependen. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) didapatkan nilai p (0,006) < p value (0,05). Artinya terdapat hubungan antara gangguan masa menopause dengan tingkat kecemasan pada ibu menopause di Klinik Elly Klambir V Kebun. Gangguan fisik dan perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada masa menopause dapat menimbulkan kecemasan, namun faktor – faktor lain seperti pengetahuan, dukungan sosial, pendidikan dan pekerjaan dapat membantu wanita menopause dalam menerima keadaanya.