Dyspnea merupakan keluhan yang sering dialami pasien dengan gangguan sistem pernapasan dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup. Penanganan yang tepat diperlukan untuk membantu memperbaiki pola napas dan meningkatkan fungsi pernapasan pasien. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan diaphragmatic breathing exercise sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien dengan keluhan dyspnea di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga pasien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi asuhan keperawatan sebelum dan sesudah intervensi. Pelaksanaan Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE) dilakukan sebanyak 5 siklus, dengan setiap siklus terdiri atas 1 menit latihan dan diikuti dengan istirahat selama 2 menit. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kondisi pernapasan pasien sebelum dan sesudah intervensi, meliputi frekuensi respirasi, saturasi oksigen, penggunaan otot bantu napas, serta keluhan subjektif sesak napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi pernapasan yang ditandai dengan penurunan frekuensi respirasi dari rentang 28–34 kali per menit menjadi 25–29 kali per menit serta peningkatan saturasi oksigen dari 89–93% menjadi 94–97%, berkurangnya penggunaan otot bantu napas, serta penurunan keluhan sesak napas pada seluruh pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa diaphragmatic breathing exercise dapat membantu mengurangi keluhan dyspnea serta meningkatkan kenyamanan pasien sehingga kualitas hidup pasien meningkat.