Ventilator merupakan alat bantu pernapasan mekanik yang digunakan pada pasien kritis untuk mempertahankan ventilasi dan oksigenasi secara adekuat melalui dukungan pernapasan invasif, seperti intubasi endotrakeal. Hemodinamika adalah kondisi yang berkaitan dengan aliran darah dan fungsi sirkulasi tubuh, yang dinilai melalui parameter seperti tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen (SpO₂). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan posisi semi-fowler 30° dan posisi supinasi terhadap stabilitas hemodinamika pada pasien gagal napas yang terpasang ventilator di ruang ICU RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Intervensi berupa pengaturan posisi tubuh semi-fowler 30° dan supinasi dilakukan secara berkala selama tiga hari pada dua pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia >18 tahun, mengalami gagal napas, terpasang ventilator mekanik dengan mode AMV MV, dan memiliki nilai GCS <10. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perubahan parameter hemodinamika antara kedua posisi. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk melihat tren perubahan selama tiga hari pengamatan dan diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi semi-fowler 30° menghasilkan kondisi hemodinamika yang lebih stabil dibandingkan posisi supinasi yang cenderung menimbulkan fluktuasi yang lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan posisi semi-fowler 30° pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang ICU merupakan intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan stabilitas hemodinamika serta kenyamanan fisiologis pasien dibandingkan posisi supinasi.