Ana Widyastuti
RSUD Tidar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Farmakologi dalam Manajemen Nyeri Pascaoperasi Dyah Faradhita; Resti Yulianti Sutrisno; Ana Widyastuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.1982

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan keluhan yang sering muncul yang dapat memperlambat proses pemulihan. Manajemen nyeri di rumah sakit umumnya berfokus pada terapi farmakologi tanpa terapi nonfarmakologi secara optimal, sehingga perlu kombinasi terapi nonfarmakologi dan farmakologi, salah satunya aromaterapi lavender. Studi ini bertujuan untuk melihat efektivitas kombinasi aromaterapi lavender dan farmakologi untuk menurunkan skala nyeri pasien pascaoperasi. Studi ini menggunakan desain studi kasus pada pasien pascaoperasi sejumlah enam orang yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang hanya diberikan terapi farmakologi ketorolac 30 mg dan kelompok kombinasi aromaterapi lavender dan ketorolac 30 mg. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan deskriptif dengan menyajikan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi serta melihat selisih skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok. Hasil menunjukkan bahwa pada kelompok kombinasi aromaterapi lavender dan ketorolac 30 mg sebelum intervensi mengalami rentang nyeri 7–8 dan mengalami penurunan menjadi 3-5 dengan selisih penurunan 3-4 skala. Sedangkan kelompok ketorolac 30 mg sebelum intervensi mengalami rentang nyeri 5-7 dan mengalami penurunan menjadi 4-6, dengan selisih penurunan 1-2 skala. Berdasarkan studi kasus tersebut, kombinasi aromaterapi lavender dan farmakologi lebih efektif menurunkan skala nyeri pada pasien pascaoperasi daripada hanya diberikan terapi farmakologi.  
Efektivitas Kompres Dingin (Ice Pack Gel) sebagai Intervensi Keperawatan terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Pascaoperasi ORIF Mei Riza Wistina; Resti Yulianti Sutrisno; Ana Widyastuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1985

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan salah satu masalah utama pada pasien yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF), yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Intervensi keperawatan dalam manajemen nyeri tidak hanya dilakukan dengan kolaborasi farmakologis, tetapi juga dapat didukung dengan intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif, salah satunya adalah kompres dingin menggunakan ice pack gel. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres dingin sebagai intervensi keperawatan terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pascaoperasi ORIF. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan dua responden di ruang rawat inap bedah. Intervensi keperawatan dilakukan selama dua hari dengan frekuensi satu kali sehari selama 15 menit sebelum pemberian analgesik. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan skor nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing responden, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi untuk melihat pola penurunan nyeri selama dua hari intervensi. Hasil menunjukkan bahwa pada responden 1 terjadi penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 5 pada hari pertama dan dari 5 menjadi 4 pada hari kedua. Pada responden 2 terjadi penurunan dari 5 menjadi 4 pada hari pertama dan dari 4 menjadi 2 pada hari kedua. Kesimpulan pada studi kasus ini menunjukkan bahwa kompres dingin menggunakan ice pack gel efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi ORIF dan dapat digunakan sebagai terapi pendukung dalam manajemen nyeri nonfarmakologis.