Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan menjadi penyebab meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal. Beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah pada lansia seperti umur, jenis kelamin, genetik, berat badan berlebihan, asupan gizi, kurang aktivitas fisik, merokok, penggunaan alkohol, serta asupan natrium dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Dolok Masihul Tahun 2025. Penelitian ini bersifat observasional analitik yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 393 orang dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian memiliki nilai validitas dengan r tabel sebesar 0,48, sedangkan uji reliabilitas tidak dilakukan karena kuesioner yang digunakan, yaitu GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), merupakan instrumen baku yang telah digunakan dalam berbagai penelitian sebelumnya. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan sphygmomanometer OneMed. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat aktivitas sedang sebesar 49.4% dan responden yang mengalami hipertensi sebesar 23.4%. Berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value =0,020, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia.