Muh Faisal
Muhammadiyah University of Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Aset Daerah di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Muh Faisal; Muhlis Madani; Rusliadi
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP) Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/xq0cmm08

Abstract

: This study aims to analyze the regional asset management strategy at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Makassar City in order to improve the effectiveness, efficiency, and accountability of regional asset management. This research is motivated by various challenges faced by BPKAD, such as suboptimal asset utilization, limited proof of asset ownership, assets controlled by unauthorized parties, and limited integration between administrative data and physical asset data. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through interviews, observation, and documentation. Informants in this study consisted of six people who played a direct role in asset management, namely Muh. Dakhlan, Islamiyah Sondeng, Maryana Panggalo, Muh. Rahmatullah, Muhammad Tahir, and Muh. Yusuf. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that asset management at BPKAD faces strengths in the form of regulatory and infrastructure support, weaknesses in human resources and information systems, opportunities in the form of technological developments and cooperation with third parties, and threats in the form of potential asset misuse and regulatory changes. Based on the SWOT analysis, strategies that can be implemented include optimizing asset utilization through the asset management information system (SIMBAKDA), increasing human resource capacity, strengthening asset inventory and certification, and implementing the principles of transparency and accountability as well as better governance in Makassar City.
MANUSKRIP LONTARAK DALAM PATAHAN NARASI KEBUDAYAAN Muh Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 1 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v2i1.11741

Abstract

Penelitian ini merupakan studi fenomenologi terhadap praktik-praktik kebudayaan di Sulawesi Selatan. Di dalamnya menguraikan tentang bagaimana masyarakat menginterpretasikan manuskrip lontara sebagai sebuah sistem nilai yang beroperasi melalui praktik kebudayaan di Sulawesi Selatan. Transformasi praktik-praktik kebudayaan melalui informasi dan tekhnologi membuat wasiat kebudayaan perlu direkonfigurasi sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga manuskrip lontara sebagai wasiat kebudayaan mampu mewujudkan identitas peradaban yang luhur dan adaptif pada setiap perubahan sektorial.Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan menggunakan pendekatan interpretifisme simbolik Clifford Geertz yang kemudian diadaptasi melalui teori dan paradigma kritis post modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah kebudayaan kini mulai dikubur berdasarkan pertukaran kompleksitas ekonomi, politik, hukum dan agama sehingga sangat sedikit perwujudan kearifan budaya yang melebur ke dalam prilaku sosial, termasuk dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Hasrat material dan gaya hidup glamour menjadi sistem nilai yang tak mampu lagi menerima wasiat lontarak, dari disini pula terjadi dorongan dan pengaruh mentalitas yang sempit antara nilai-nilai estetika dan etika kebudayaan. Salahsatu metode penyadaran wasiat kebudayaan yang sudah mulai hilang adalah mengangkat kembali falsafah dan nilai-nilai esensi kebudayaan dengan menggunakan pendekatan ontologis, pendekatan mitis dan pendekakatan fungsional, agar manuskrip lontara tidak lagi terseret lebih jauh dalam kekuatan naskah kapital. Kekuatan kapital melahirkan patahan-patahan narasi kebudayaan, sehingga wasiat lontarak hanya menjadi pesona manuskrip masa lalu. Tanda budaya tidak lagi mewakili kebenaran, representasi budaya tidak mewakili realitas dan informasi budaya tidak lagi mewakili ilmu pengetahuan.
ESTETIKA DALAM NARASI KEBUDAYAAN POPULER (Analisis Terhadap Pergeseran dan Perubahan Sistem Nilai) Muh Faisal
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 1 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v1i1.11780

Abstract

Hasil analisis literatur menunjukkan bahwa runtuhnya sekat-sekat wacana estetik (liberlism), dunia estetik memposisikan diri dalam situasi chaos dan anomali. Tidak ada lagi nilai-nilai, makna, kebenaran, dan keindahan absolut. Disisi lain, estetika mengalami kondisi kebuntuan paradigmatik, karena tatanan kebudayaan terus mengalami perubahan nilai. Sedangkan bingkai falsafahnya mengalami ‘retakan-retakan’ yang kian membesar pada segala aspek sektoral. Pelaku estetik dan pemikir estetika masa kini, secara tidak langsung memberi ‘tanda budaya’ dan menggiring kognisi sosial ke arah dunia yang serba beyond. Masyarakat seni cenderung mengabaikan nilai, norma, kepatutan, kebaikan, dan kearifan. Sejak media tayang elektronika mengalami kemajuan, goncangan peradaban disahkan melalui karya estetik (teror, pornografi, pembajakan, despritualisasi, dehumanisasi sampai demoralisasi).
KOMPARASI ESTETIK SENI GRAFFITI KARYA ALIASTIGA Siti Hanifah Muslimah; Muh Faisal; M. Muhlis Lugis
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 1 (2023): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i1.12160

Abstract

This study aims to analyze aesthetic comparisons of graffiti art by Aliastiga from 2006-2022 in Makassar City. The analytical method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, supported by the theory of Form Aesthetics from Dr. A.A.M Djelantik and the theory of Functional Aesthetics from Edmund Burke Feldman as a reference for analysis. The results of this study show that the graffiti artwork created by Aliastiga initially originated from an interest in art in the form of a character and writing. The work produced by Aliastiga from early 2006 has shown that artists are very talented and have good skills. Although in reviewing the weight of his work, Aliastiga does not have ideas and messages in his work, Aliastiga emphasizes artistic visuals in his work. Aliastiga graffiti art is not just a hobby, but in it becomes an artistic movement that tends to fight acts of vandalism.