Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Penyuluh dan Fungsi Poklahsar Berdasarkan Permen No. 28 Tahun 2024 serta Dampaknya terhadap Ekonomi Anggota di Pantai Kondang Merak: The Role of Extension Officers and the Functions of Poklahsar Based on Regulation No. 28 of 2024 and Their Impact on Members’ Economy at Kondang Merak Beach Zahra, Qisthi Nabila; Murdowo, Dimas Althaafsyah Rafi; Sari, Mariyana
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 2 (2026): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.02.13

Abstract

Sektor perikanan memiliki peranan strategis dalam mendukung perekonomian nasional, khususnya bagi masyarakat pesisir. Provinsi Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, memiliki potensi perikanan tangkap yang besar dan menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Pantai Kondang Merak merupakan salah satu wilayah dengan sumber daya perikanan melimpah yang dimanfaatkan melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran oleh Poklahsar Mina Jaya Mandiri. Dalam pengembangannya, peran penyuluh perikanan menjadi penting sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas anggota. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi dan peran penyuluh dalam pembinaan Poklahsar Mina Jaya Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Pantai Kondang Merak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner skala Likert, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder. Responden ditentukan secara purposive, melibatkan penyuluh dan anggota Poklahsar. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta didukung perhitungan interval untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh telah menjalankan fungsi sesuai ketentuan dan berperan sebagai fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Peran tersebut berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta penguatan kelembagaan kelompok. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan intensitas pendampingan, perbedaan partisipasi anggota, dan keterbatasan sumber daya kelompok. Secara keseluruhan, peran penyuluh dinilai cukup efektif dalam mendukung pengembangan dan kemandirian usaha Poklahsar. Disarankan agar penyuluh meningkatkan kualitas pembinaan melalui metode yang lebih inovatif dan partisipatif. Anggota Poklahsar diharapkan lebih aktif dan terbuka terhadap inovasi usaha. Pemerintah perlu memberikan dukungan berupa pelatihan, sarana prasarana, dan akses permodalan guna memperkuat keberlanjutan usaha. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi kajian selanjutnya terkait pemberdayaan masyarakat pesisir.   The fisheries sector plays a strategic role in supporting the national economy, particularly for coastal communities. East Java, including Malang Regency, has significant capture fisheries potential and serves as a primary livelihood source. Kondang Merak Beach is an area with abundant marine resources, where fish processing and marketing activities are carried out through the Fish Processing and Marketing Group (Poklahsar) Mina Jaya Mandiri. The role of fisheries extension officers is essential in empowering and enhancing the capacity of group members. This study aims to analyze the functions and roles of fisheries extension officers in developing Poklahsar Mina Jaya Mandiri. This research employed a descriptive qualitative approach conducted at Kondang Merak Beach, Sumberbening Village, Bantur District, Malang Regency. Data were collected through observation, interviews, Likert-scale questionnaires, and documentation, supported by secondary data. Respondents were selected purposively, involving extension officers and Poklahsar members. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by interval calculations to obtain a comprehensive overview. The results show that fisheries extension officers have performed their functions in accordance with regulations and acted as facilitators, motivators, educators, and communicators. These roles positively impact the improvement of members’ knowledge, skills, and institutional strengthening. However, challenges remain, including limited assistance intensity, varying participation levels, and limited group resources. Overall, the role of extension officers is considered effective in supporting business development and group independence. It is recommended that extension officers enhance the quality and intensity of assistance through more innovative and participatory approaches. Poklahsar members are expected to be more active and open to innovation. Government support in training, facilities, and access to capital is also needed to ensure sustainability. This study is expected to serve as a reference for further research on empowering coastal communities.