Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dance Movement Therapy Osho Kundalini Sebagai Media Untuk Menurunkan Gejala Kecemasan, Stres, dan Depresi Pada Penyandang Disabilitas Mental Tinon Citraning Harisuci; Vikri Islah Khafidz; Faricha Annisa; Fito Uli Huda
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5273

Abstract

Individuals with mental disabilities are vulnerable to anxiety, stress, and depression that affect emotional and social functioning. This study aimed to evaluate the effect of Dance Movement Therapy (DMT) accompanied by Osho Kundalini music on reducing symptoms of anxiety, stress, and depression. The study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 15 participants residing at Muria Jaya Social Service Center. Data were collected using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS), observation, and interviews conducted before and after the intervention. The intervention integrated expressive movement, rhythmic stimulation, relaxation, and silent meditation to facilitate emotional release and enhance body awareness and psychological regulation. Statistical analysis indicated reductions in anxiety (t = 24.29), stress (t = 21.66), and depression (t = 18.51) scores after the intervention, with statistically significant differences and effect sizes indicating practical intervention impact. Although the research design limits causal inference due to the absence of a control group, the findings contribute empirical evidence regarding the potential of Osho Kundalini-based DMT as an applicable psychosocial intervention for individuals with mental disabilities in social care settings.
Navigasi Krisis Identitas di Ekosistem Disfungsional: Strategi Koping dan Rekonstruksi Diri Remaja Akhir dalam Perspektif Psikologi Transpersonal Fito Uli Huda; Bayu Aji Santoso; Zuhud Anggit Wiradi; Nanda Kusuma Ningrum; Isnaeni Lutfiana Sari; Indah Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10834

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pengalaman transpersonal seorang remaja akhir berinisial G.W. yang tumbuh dalam keluarga toxic, dengan fokus pada krisis identitas, pencarian makna hidup, dan proses rekonstruksi spiritualitas. Fenomena ini penting dikaji karena pola keluarga disfungsional sering kali menjadi pemicu sekaligus penghambat perkembangan psikologis dan spiritual individu muda, namun jarang mendapat perhatian dalam kajian psikologi transpersonal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi informal yang dicatat dalam lima dimensi catatan lapangan, serta dokumentasi berupa rekaman audio dan transkrip verbatim. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi data observasi untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian mengungkap enam tema utama, yaitu keluarga toxic sebagai titik awal krisis, krisis identitas dan kekosongan eksistensial, pencarian spiritual otentik melalui alam dan merenung, dialog personal dengan Tuhan, redefinisi ibadah dari ritual menuju cinta kasih, serta kesadaran untuk memutus rantai pola toxic keluarga. Faktor internal berupa kondisi emosional, faktor eksternal berupa kehadiran figur protektif yaitu Tante, dan faktor kontekstual berupa kedekatan dengan alam ditemukan turut memengaruhi dinamika tersebut. Pembahasan menunjukkan bahwa krisis eksistensial subjek sejalan dengan konsep existential vacuum, spiritual emergency, dan proses individuasi, sementara transformasi spiritualnya mencerminkan pergeseran dari religiusitas eksoterik menuju esoterik. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan psikologi transpersonal di Indonesia dan rujukan bagi konselor dalam mendampingi individu dari keluarga disfungsional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis psikologis dapat menjadi jalan menuju pertumbuhan psikospiritual dan resiliensi diri yang autentik.