Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Penjaminan Mutu Internal Pada Lembaga Pendidikan Islam: Akulturasi Nilai-Nilai Historis Lembaga Hisbah Dalam Audit Akademik Hendri Juhana
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.100

Abstract

Penelitian ini menyoroti kelemahan sistemik dalam proses penjaminan mutu internal pada Lembaga Pendidikan Islam (LPI), di mana fungsi audit dan pengawasan mutu sering kali berjalan formalitas belaka, tumpul, atau bahkan terbiaskan oleh kompromi personal akibat kedekatan hubungan antara auditor dan audit. Fenomena penjaminan mutu yang sekadar "kejar tayang administratif" demi akreditasi sering kali mengabaikan keadilan substantif dan integritas kelembagaan. Melalui penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), riset konseptual ini bertujuan mengeksplorasi relevansi nilai-nilai historis dari institusi pengawasan klasik Islam, yaitu Lembaga Hisbah, sebagai fondasi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Hasil kajian teoritis merumuskan konsep "The Prophetic Quality Audit System" (PQAS) yang bersandar pada tiga asas operasional Hisbah: Al-Ma'ruf (pembakuan standar mutu yang disepakati secara adil), Al-Munkar (pencegahan penyimpangan administratif/akademis), dan Al-Muhtasib (independensi, kredibilitas, dan integritas seorang auditor mutu). Kajian ini membuktikan secara konseptual bahwa menginternalisasikan etos pengawasan Hisbah ke dalam manajemen pengawasan LPI mampu melahirkan iklim mutu yang objektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Riset ini menyajikan draf panduan pengawasan mutu yang bernilai strategis bagi para pimpinan institusi pendidikan Islam dalam mengawal tata kelola akademik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Dekonstruksi Manajemen Kurikulum Integratif Di Era Disrupsi: Rekonstruksi Epistemologi Tafhim Al-Fatihah Dalam Filosofi Pendidikan Islam Hendri Juhana
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i2.101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problem fundamental dalam manajemen kurikulum Lembaga Pendidikan Islam (LPI) kontemporer yang kerap terjebak dalam dualisme-dikotomi ekstrem antara kurikulum umum (sekuler) dan kurikulum agama (doktriner). Di tengah arus disrupsi digital, pemisahan ini memicu lahirnya degradasi moral serta hilangnya arah hidup spiritual pada peserta didik akibat minimnya integrasi nilai-nilai esensial ketauhidan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), riset konseptual ini mendekonstruksi manajemen kurikulum LPI dengan merekonstruksi epistemologi Tafhim Al-Fatihah (pemahaman mendalam Surah Al-Fatihah) sebagai poros kurikulum integratif yang radikal. Hasil kajian teoritis merumuskan "Model Kurikulum Integratif-Sufistik" (MKIS) yang menempatkan tujuh ayat Surah Al-Fatihah bukan sekadar sebagai bahan hafalan formal (memorizing), melainkan sebagai fondasi metodologis (blueprint) dalam memetakan seluruh disiplin ilmu pengetahuan modern. Analisis kritis membuktikan bahwa pembiasaan dan pemahaman mendalam makna Al-Fatihah selama proses transisi akademik mampu membentuk kompas moral internal (moral compass) yang kokoh pada anak didik, menjadikannya perisai aktif terhadap paparan destruktif era digital. Riset ini menyajikan draf arsitektur kurikulum profetik yang sangat mendesak bagi para pengambil kebijakan kurikulum di tingkat madrasah dan perguruan tinggi Islam demi mengembalikan marwah orisinalitas pendidikan Islam.