Penelitian ini menyoroti kelemahan sistemik dalam proses penjaminan mutu internal pada Lembaga Pendidikan Islam (LPI), di mana fungsi audit dan pengawasan mutu sering kali berjalan formalitas belaka, tumpul, atau bahkan terbiaskan oleh kompromi personal akibat kedekatan hubungan antara auditor dan audit. Fenomena penjaminan mutu yang sekadar "kejar tayang administratif" demi akreditasi sering kali mengabaikan keadilan substantif dan integritas kelembagaan. Melalui penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), riset konseptual ini bertujuan mengeksplorasi relevansi nilai-nilai historis dari institusi pengawasan klasik Islam, yaitu Lembaga Hisbah, sebagai fondasi penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Hasil kajian teoritis merumuskan konsep "The Prophetic Quality Audit System" (PQAS) yang bersandar pada tiga asas operasional Hisbah: Al-Ma'ruf (pembakuan standar mutu yang disepakati secara adil), Al-Munkar (pencegahan penyimpangan administratif/akademis), dan Al-Muhtasib (independensi, kredibilitas, dan integritas seorang auditor mutu). Kajian ini membuktikan secara konseptual bahwa menginternalisasikan etos pengawasan Hisbah ke dalam manajemen pengawasan LPI mampu melahirkan iklim mutu yang objektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Riset ini menyajikan draf panduan pengawasan mutu yang bernilai strategis bagi para pimpinan institusi pendidikan Islam dalam mengawal tata kelola akademik yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Copyrights © 2026