Faiz Romli
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Supervisi Pendidikan Islam Berorientasi Reward Asdlori; Muhammad Mabarun; Faiz Romli; Ajeng Wulan Hidayah; Shintya Azzahra
Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v11i1.8418

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan sebagai tuntutan dari kebutuhan dan perkembangan jaman yang semakin pesat. Peningkatan kualitas pendidikan tersebut dapat dimulai dari berbagai aspek, namun komponen utama dan pertama yang harus dikembangkan ialah sumber daya manusianya, yaitu guru. Gurulah yang menjadi garda terdepan dalam pengembangan kualitas pendidikan sehingga peningkatan kualitas guru harus terus dilakukan secara terus-menerus (continuous improvement), di antaranya melalui kegiatan supervisi. Supervisi merupakan segala bantuan dan pendampingan dari supervisor/ kepala sekolah untuk mengembangkan kemampuan guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Supervisi ini sangat erat kaitannya dengan instrumen supervisi, karena instrumen inilah yang akan menjadi barometer bagi supervisor dalam melakukan supervisi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyusunan instrumen supervisi (akademik) pendidikan Islam. Tulisan ini menghasilkan sebuah tawaran gagasan yakni dengan menjadikan supervisi sebagai media pemberian reward kepada para guru melalui sistem poinisasi sebagai bentuk stimulus agar para guru memiliki komitmen yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. Dengan komitmen yang kuat dan didasari adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab bahwa mutu pendidikan berada di pundak para guru, hal tersebut bisa menjadi bekal bagi kegiatan supervisi pendidikan yang berkualitas.
Penguatan Literasi Bahasa Berbasis Budaya Lokal di Sekolah Dasar: Kajian Pustaka Faiz Romli; Abdul Wachid Bambang Suharto
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.46658

Abstract

The low language literacy skills of elementary school students in Indonesia remain a chronic problem that conventional policies have failed to resolve. Previous studies have tended to focus on the technical aspects of reading without considering the local cultural context that is closely tied to children’s daily lives. This article aims to examine the concepts, implementation, impacts, challenges, and strategies for strengthening language literacy based on local culture in elementary schools. The research employs a qualitative approach using library research. The data sources consist of 22 literature sources, including journal articles, conference proceedings, books, theses, and policy documents published over the past ten years (2016–2026) that discuss language literacy and local culture in elementary schools, analyzed using content analysis techniques. The research findings indicate that local culture-based language literacy in elementary schools enhances students’ reading motivation, text comprehension, cultural pride, and critical thinking. Its implementation involves the use of folktales, traditional games, and digital media rooted in local wisdom. The main challenges are the limited availability of engaging local reading materials, a lack of teacher training, and difficulties faced by bilingual students. The study’s conclusion emphasizes that this approach requires synergy among teachers, parents, the community, and policies grounded in local wisdom. The novelty of this research lies in its cross-regional, cross-grade-level, and cross-media synthesis, an integrated approach not previously undertaken by prior studies.