Elvi Zurviana
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Botram dalam Dongeng Kabayan: Struktur dan Nilai Budaya sebagai Materi Ajar Interkultural BIPA Elvi Zurviana; Tedi Permadi; Yulianeta Yulianeta
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8431

Abstract

This study aims to analyze the narrative structure and cultural values contained in the botram tradition as represented in the Kabayan fairy tale, and examine its potential as an alternative intercultural teaching material in teaching Indonesian for Foreign Speakers (BIPA). Using a descriptive qualitative approach and AJ Greimas' structural analysis, this study explores the relationship between character action patterns, narrative structures, and moral messages embodied in the social practice of botram. Data collection techniques were carried out through text documentation in the form of three relevant Kabayan fairy tales, as well as a search for supporting literature on narrative theory, Sundanese culture, and intercultural learning. The data analysis process included data reduction, coding narrative elements, mapping actant structures and functional schemes, and interpreting cultural meanings based on Kluckhohn's value theory and Sundanese cultural experiences. The results of the analysis indicate that botram not only functions as a narrative element, but also as a symbol of social reconciliation that emphasizes the values of simplicity, solidarity, and balance in Sundanese life. These values serve as a medium for character formation and a means of internalizing collective ethics that are relevant for developing the intercultural competence of BIPA learners. These findings confirm that the integration of local traditions in language learning can enrich the learning process by providing authentic, reflective, and humanistic cultural experiences. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi botram (makan bersama) sebagaimana direpresentasikan dalam dongeng Kabayan, serta menelaah potensinya sebagai alternatif materi ajar interkultural dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis struktural A. J. Greimas, penelitian ini menelusuri hubungan antara pola tindakan tokoh, struktur naratif, dan pesan moral yang diwujudkan dalam praktik sosial botram. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi teks berupa tiga dongeng Kabayan yang relevan, serta penelusuran literatur pendukung mengenai teori naratif, budaya Sunda, dan pembelajaran interkultural. Proses analisis data meliputi reduksi data, pengkodean elemen naratif, pemetaan struktur aktan dan skema fungsional, serta interpretasi makna budaya berdasarkan teori nilai Kluckhohn dan pengalaman budaya Sunda. Hasil analisis menunjukkan bahwa botram tidak hanya berfungsi sebagai elemen naratif, tetapi juga sebagai simbol rekonsiliasi sosial yang menegaskan nilai kesederhanaan, solidaritas, dan keseimbangan hidup masyarakat Sunda. Nilai-nilai tersebut berperan sebagai media pembentukan karakter dan sarana internalisasi etika kolektif yang relevan untuk pengembangan kompetensi interkultural pemelajar BIPA. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi tradisi lokal dalam pembelajaran bahasa dapat memperkaya proses belajar dengan menghadirkan pengalaman budaya yang otentik, reflektif, dan humanistik.
Membangun Karakter Santun Melalui Bahasa: Perspektif Filsafat Ilmu dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Elvi Zurviana; Sofyan Sauri
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2025.16(3).384-402

Abstract

Degradasi komunikasi peserta didik, baik dalam konteks tatap muka maupun virtual, menimbulkan hambatan signifikan dalam bidang penguasaan bahasa dan pembentukan karakter. Berusaha untuk menyelidiki internalisasi prinsip-prinsip literasi bahasa melalui lensa filsafat sains, khususnya berfokus pada ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Studi ini dilakukan secara konseptual, menggunakan analisis kerangka kerja yang dikemukakan oleh Brown & Levinson serta Leech dalam konteks pendidikan. Kajian ini dilakukan dengan metode studi pustaka terhadap teori-teori kesantunan dan filsafat ilmu dalam konteks pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesatuan linguistik merupakan entitas nilai yang mencakup dimensi budaya dan etika. Perspektif ontologis menjelaskan sifat dasar kepatuhan sebagai aspek integral dari keberadaan sosial, serta perspektif epistemologis mengeksplorasi proses di mana pengetahuan tentang keterikatan bahasa melalui pengalaman pendidikan, sedangkan perspektif aksiologis menggarisbawahi implikasi etis yang melekat dalam penerapan bahasa sopan. Hasil studi ini menjelaskan model akuisisi bahasa yang secara fundamental berorientasi pada nilai-nilai dan pengembangan karakter, yang bertujuan untuk secara konsisten meningkatkan Profil Pelajar Pancasila.
Kreativitas Berbahasa: Variasi Fonologis dalam Neologisme Merek Dagang Indonesia Elvi Zurviana; Yeti Mulyati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13244

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi fonologis dalam nama merek dagang Indonesia sebagai bagian dari bentuk kreativitas bahasa yang mendukung strategi branding dan identitas lokal. Masalah utama yang dibahas adalah dominasi penggunaan istilah asing dalam penamaan merek yang mengurangi pemanfaatan potensi fonologis bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk variasi bunyi dalam merek dagang di Indonesia serta menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pembentukannya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui dokumentasi dan observasi pada berbagai merek dagang populer di Indonesia, penelitian ini menunjukkan adanya pola bunyi, seperti penghilangan bagian awal atau akhir kata, penambahan bunyi, penggandaan kosonan, serta penyesuian pelafalan dari bahasa asing. Teknik-teknik penamaan ini menciptakan nama merek yang unik, mudah diingat, relevan secara budaya, dan terdengar khas di telinga konsumen lokal. Hasil studi ini menekankan pentingnya optimalisasi unsur fonologis bahasa Indonesia untuk memperkuat identitas merek dan meningkatkan daya saing produk di pasar global. Penelitian ini mendorong pelaku usaha untuk lebih mendukung pemanfaatan fonologi bahasa Indonesia dalam dunia bisnis.