Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Diplomatik dalam Mengidentifikasi Kandungan Isi Naskah Gulungan Berbahan Daluang Koleksi Candi Cangkuang Permadi, Tedi
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.66

Abstract

ABSTRACTThis paper presents the results of the identification of rolled manuscripts made of daluang using diplomatic method. This method aims at getting the authenticity of the script based on the information that accompanies the text with the internal evidence contained in the manuscript. In terms of script identification techniques, diplomatic method utilizes direct observation techniques, assisted by other descriptions of contemporary manuscript as an evidence and support of the relevant literature. The use of diplomatic method in identifying rolled manuscripts produces the characteristics of the material, the literacy/language used in the text, and the editorial lapses contained in the text, but the identity of the author or the copyist and the time of the writing or copying manuscripts could not be found.Keywords: Manuscript identification, daluang, diplomatic method ABSTRAKTulisan ini menyajikan hasil identifikasi naskah gulungan berbahan daluang dengan menggunakan metode diplomatik. Metode diplomatik bertujuan untuk mendapatkan keaslian naskah berdasarkan informasi yang ada di dalam teks dengan bukti internal yang terkandung dalam naskah tersebut. Dalam hal teknik identifikasi naskah, metode diplomatik memanfaatkan teknik observasi langsung, dibantu dengan deskripsi dari naskah kontemporer lain sebagai bukti dan pendukung literatur yang relevan. Penggunaan metode diplomatik dalam mengidentifikasi naskah gulungan menghasilkan karakteristik material, huruf/bahasa yang digunakan dalam teks, dan penyimpangan editorial yang terkandung dalam teks, tetapi tidak bisa menemukan identitas penulis atau penyalin dan waktu penulisan atau penyalinan naskah.Kata kunci: Identifikasi naskah, daluang, metode diplomatik
Traising Pesantren Poetry as a Cirebon Teaching Material, Study of Nadoman Poetry Text Structure in The Aurodan Tradition of AsySyahadatain Cirebon S, A. Maskur; Sumiyadi, Sumiyadi; Iskandarwassid, Iskandarwassid; Permadi, Tedi
International Conference on Elementary Education Vol. 2 No. 1 (2020): Proceedings The 2nd International Conference on Elementary Education
Publisher : Elementary Education Study Program School of Postgraduate Studies Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with UPI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.227 KB)

Abstract

Oral tradition is a legacy passed down from ancestors to later generations through speech media. Nadoman in the Aurodan tradition of the Asy-Syahadatain Congregation in Cirebon is part of an oral tradition in the form of an oral poem in the Cirebon language that is used for the media of the preaching of the chaplain which is usually sung in the form of singing during the rituals of dhikr together. Aurod is a book in which nadoman poetry is read together in an Aurodan tradition developed as the tradition of the Munjul Islamic Boarding School in Cirebon. Auordan and Nadoman are very thick with the Cirebon Islamic culture which is flexible, gentle, open, tolerant, as a product of acculturation of several cultures, namely Javanese Islam, Sundanese, Arabic, and even other cultures in Cirebon, even though it was born from ulama leaders who are identical and closed. This study aims to examine the structure of the nadhoman poetry text in the oral tradition of the Aurodan Praise of the Prayer of the Noble Congregation of the Asy-Syahadatain Congregation of Cirebon. This research is a qualitative research. Qualitative methods are used to examine objects in natural conditions, to find meaning and generalization, where the researcher as a key instrument. This study was designed to describe, analyze, reveal, and explain the structure of Nadoman poetry texts in the Aurodan tradition of the Asy-Syahadatain Cirebon Cirebon. This study uses basic data which includes (1) the structure of the nadhoman poetry text in the oral traditions of the Aurodan Congregation of the As-Syahadatain Cirebon Cirebon which were sung as praises of prayer before prayer; (2) efforts to use it in learning Cirebon Literature at school. Tenik Data collection is done by observation, interviews, document studies. The results of this study found some very beautiful niroman cirebon poems and conditions for value and worth to be raised in as one of Cirebon's cultural heritage, and Nusantara's cultural heritage in general by incorporating it into the school curriculum as teaching material
KESENIAN BRINGBRUNG DI KELURAHAN LEDENG, BANDUNG: KAJIAN STRUKTUR, KONTEKS PERTUNJUKAN, PROSES PENCIPTAAN, FUNGSI, DAN MAKNA Muhamad Mazeinda Al Biruni; Memen Durachman; Tedi Permadi
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2021): JBSI Vol. 3 No. 1
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesusastraan lisan budaya Sunda yang salah satunya dimiliki masyarakat Kelurahan Ledeng di Kota Bandung. Kesenian Bringbrung tercatat telah berdiri sekitar tahun 1914, yang dipelopori oleh leluhur dari Pak Saripin bernama Abah Enja. Pada tahun tersebut, Abah Enja menemukan alat musik beserta sebuah kitab di pemakaman Cidadap. Tujuan adanya mantra Bringbrung di tengah masyarakat Ledeng ialah untuk mengingat rezeki yang telah diberikan Tuhan atas hasil panen. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh informasi berkenaan struktur mantra, konteks pertunjukan, proses penciptaan, fungsi, dan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menempatkan peneliti sebagai instrumen utama untuk menemukan jawaban dari masalah. Hasil penelitian dari mantra Bringbrung versi pendek menunjukkan bahwa struktur mantra memiliki irama teratur, bunyi dominan dari mantra berupa bunyi-bunyi khusyuk serta liris, dan tema yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan, kepercayaan, serta sosial. Konteks pertunjukan pada ketiga bait mantra menunjukkan adanya pembacaan terhadap situasi dan budaya dari kolektif pemilik. Proses penciptaannya bersifat terstruktur dengan pola pewarisan yang horizontal dan vertikal. Hal tersebut menunjukkan bahwa mulai terdapat keterbukaan dalam kolektif kesenian. Adapun fungsinya berkaitan dengan sistem proyeksi, alat pengesahan budaya dan pendidikan, alat untuk memberikan kedudukan, menegur seseorang, serta memprotes hal yang tidak adil. Makna mantra Bringbrung memiliki representasi terhadap tema-tema alam, kepercayaan, dan sosial yang memiliki peran penting dalam pengetahuan kolektif Bringbrung.
CERITA TENTANG BIDADARI MANDI DAN FUNGSINYA SEBAGAI SARANA KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Yostiani Noor Asmi Harini; Tedi Permadi
Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v1i2.473

Abstract

Di Kabupaten Maros, Makassar, terdapat Kolam Jamala. Menurut cerita masyarakat, Kolam Jamala atau Telaga Bidadari merupakan tempat mandi bidadari. Bahkan, karena cerita tersebut, Kolam Jamala pun dipercaya memiliki khasiat dapat menyembuhkan berbagai penyakit bahkan menghindarkan orang yang mandi disana dari guna-guna. Di Jawa Barat, terdapat cerita tentang Jaka Tarub. Penggerak utama dalam cerita tersebut adalah turunnya para bidadari dari kahyangan yang kemudian mandi di sungai yang berada di bumi. Peristiwa tersebut menyebabkan Jaka Tarub terpesona oleh kecantikan sang bidadari sehingga dirinya mencuri salah satu selendang sang bidadari (Nawang Wulan). Kedua cerita tersebut memiliki kesamaan yaitu adanya peristiwa bidadari mandi dan latar tempat bidadari mandi (sungai/telaga). Pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak kami adalah: mengapa dalam cerita rakyat nusantara tidak ada satu pun kisah yang di dalamnya terdapat tokoh dewa atau bidadara yang dikisahkan mandi di bumi? Setelah ditelusuri menggunakan pendekatan folklor, tampak bahwa cerita tentang bidadari mandi berfungsi sebagai sarana konservasi sumber daya air. Mengapa bidadari (perempuan)? Karena perempuan dipercaya masyarakat sebagai “ibu bumi”.
Fungsi Tradisi Lisan Aurodan dari Tarekat Asy-Syahadatain Cirebon dalam Kehidupan Komunitas Pemiliknya Ahmad Maskur Subaweh; Sumiyadi Sumiyadi; Iskandarwassid Iskandarwassid; T. Permadi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.4797

Abstract

ABSTRAKTradisi Aurodan Jamaah Tarekat Asy-Syahadatain di Cirebon adalah bagian dari tradisi lisan dalam bentuk ritual pertunjukan, yang merupakan zikir berbunyi nyaring bersama dengan nyanyian puisi nadhoman Cirebon. Aurodan mencerminkan budaya Islam Cirebon yang lembut, terbuka, dan toleran sebagai produk akulturasi dari beberapa budaya, yaitu Jawa, Sunda, Arab, dan bahkan budaya lain di Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tradisi lisan Aurodan komunitas Jamaah Asy-Syahadatain di Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang meneliti objek dalam kondisi alam, untuk menemukan makna dan generalisasi, di mana peneliti sebagai instrumen utama dalam metode penelitian. Penelitian ini dirancang untuk menggambarkan, menganalisis, mengungkap, dan menjelaskan fungsi tradisi Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon. Penelitian ini menggunakan data dasar yaitu fungsi tradisi lisan Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon. Pengumpulan data tenik dilakukan dengan observasi, wawancara, studi dokumen. Hasil penelitian ini menemukan beberapa penjelasan tentang fungsi tradisi Aurodan cirebon yang sangat penting dalam kehidupan sosial dan dapat diangkat sebagai salah satu warisan budaya Cirebon yang memiliki ciri khas sebagai budaya khas pesantren yang menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokalnya.Kata kunci: Tradisi lisan, Aurodan, fungsi, Asy-Syahadatain CirebonABSTRACTThe Aurodan tradition which is held by Jamaah Tarekat Asy-Syahadatain in Cirebon is part of an oral tradition in the form of a ritual performance, which is a dhikr that sounds loud along with the singing of the Cirebon nadhoman poetry. Aurodan reflects the soft, open and tolerant culture of Cirebonese Islam as an acculturation product of several cultures, namely Javanese, Sundanese, Arabic, and even other cultures in Cirebon. This study aims to describe the function of the Aurodan oral tradition of the Jamaah Asy-Syahadatain community in Cirebon. This research is a qualitative study that examines objects in natural conditions, to find meaning and generalization, where the researcher as the main instrument in research methods. This study was designed to describe, analyze, uncover, and explain the function of the Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon tradition. This study uses basic data that is the function of Aurodan Asy-Syahadatain Cirebon oral tradition. data collection technique is conducted by observation, interview, document study. The results of this study found several explanations about the function of the Aurodan cirebon tradition which are very important in social life and can be appointed as one of Cirebon's cultural heritages that has a characteristic as a typical pesantren culture that preserves its cultural preservation and local wisdom.Keyword: Oral Tradition, Aurodan, function, Asy-Syahadatain Cirebon
STUDI KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS (Kasus Pada KPP Pratama Tampan Pekanbaru) Tedi Permadi; Azwir Nasir; Yuneita Anisma
Jurnal Ekonomi Vol 21, No 02 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.73 KB) | DOI: 10.31258/je.21.02.p.%p

Abstract

The purpose of this study was to examines the influence paying tax awareness,knowledge and understanding of tax regulation, a good perception of theeffectiveness of the taxation system, the confidence level of the systemadministration and law, moral norms on the willingness to pay taxes of anpersonal taxpayer who performs work free.Sampling techniques in the study was convenience sampling. To better representthe researchers took a sample of 98 respondents with Slovin formula calculations.This study uses quantitative methods, where the data obtained from distributingquestionnaires to the taxpayer who performs registered in KPP Pratama Tampan,Pekanbaru. Test statistic used is multiple linear regression test, and data obtainedwere processed using SPSS 17.0 statistical software.Based on the results of research that conducted, found the coefficient ofdetermination (Adj. R2) of 0.114. That means 11.4% of the willingness to paytaxes influenced by paying tax awareness, knowledge and understanding of taxregulation, a good perception of the effectiveness of the taxation system, theconfidence level of the system administration and law, moral norms. Theindependent variable in this study paying tax awareness, knowledge andunderstanding of tax regulation and moral norms had a significant influence onthe willingness to pay taxes. Then two independent variable a good perception ofthe effectiveness of the taxation system and the confidence level of the systemadministration and law doesn't influence on the willingness to pay taxes of anpersonal taxpayer who performs work freeKata Kunci : Willingness to pay taxes, paying tax awareness, knowledge andunderstanding of tax regulation, a good perception of theeffectiveness of the taxation system, the confidence level of thesystem administration and law, moral norms.
Metode Diplomatik dalam Mengidentifikasi Kandungan Isi Naskah Gulungan Berbahan Daluang Koleksi Candi Cangkuang Tedi Permadi
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.655 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.66

Abstract

ABSTRACTThis paper presents the results of the identification of rolled manuscripts made of daluang using diplomatic method. This method aims at getting the authenticity of the script based on the information that accompanies the text with the internal evidence contained in the manuscript. In terms of script identification techniques, diplomatic method utilizes direct observation techniques, assisted by other descriptions of contemporary manuscript as an evidence and support of the relevant literature. The use of diplomatic method in identifying rolled manuscripts produces the characteristics of the material, the literacy/language used in the text, and the editorial lapses contained in the text, but the identity of the author or the copyist and the time of the writing or copying manuscripts could not be found.Keywords: Manuscript identification, daluang, diplomatic method ABSTRAKTulisan ini menyajikan hasil identifikasi naskah gulungan berbahan daluang dengan menggunakan metode diplomatik. Metode diplomatik bertujuan untuk mendapatkan keaslian naskah berdasarkan informasi yang ada di dalam teks dengan bukti internal yang terkandung dalam naskah tersebut. Dalam hal teknik identifikasi naskah, metode diplomatik memanfaatkan teknik observasi langsung, dibantu dengan deskripsi dari naskah kontemporer lain sebagai bukti dan pendukung literatur yang relevan. Penggunaan metode diplomatik dalam mengidentifikasi naskah gulungan menghasilkan karakteristik material, huruf/bahasa yang digunakan dalam teks, dan penyimpangan editorial yang terkandung dalam teks, tetapi tidak bisa menemukan identitas penulis atau penyalin dan waktu penulisan atau penyalinan naskah.Kata kunci: Identifikasi naskah, daluang, metode diplomatik
Identifikasi Bahan Naskah (Daluang) Gulungan Koleksi Cagar Budaya Candi Cangkuang dengan Metode Pengamatan Langsung dan Uji Sampel di Laboratorium Tedi Permadi
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 3, No 1 (2012): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2818.907 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v3i1.453

Abstract

Tulisan ini berupaya memaparkan hasil identifikasi naskah berbahan daluang dengan menggunakan dua metode, yaitu pengamatan langsung dan uji sampel di laboratorium. Dalam hal metode pengamatan langsung, digunakan beberapa alat bantu identifikasi agar hasilnya  lebih terukur. Adapun uji sampel di laboratorium mengacu pada Standard Nasional Indonesia (SNI) yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BNSNI) sehingga hasilnya lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dua metode tersebut digunakan untuk identifikasi bahan naskah gulungan koleksi Cagar Budaya Candi Cangkuang (CBCC). Karakteristik bahan naskah yang dihasilkan berupa ketebalan bahan, warna bahan, jenis serat, panjang serat, kadar asam dan jenis kerusakan naskah. Adanya kemungkinan penggunaan metode dan hasil identifikasi bahan naskah daluang tersebut diharapkan dapat memperkaya metode kajian naskah dan mempertajam analisis filologis selanjutnya.
STRUKTUR DAN KOMPONEN TIGA SURAT SEGEL TANAH DI PRIANGAN Tedi Permadi
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol 9, No 2 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2273.691 KB) | DOI: 10.37014/jumantara.v9i2.252

Abstract

Naskah kuno (manuscript) adalah salah satu bentuk tinggalan budaya masa lampau yang memuat beragam aspek kehidupan. Kandungan isi dan pesan teks naskah kuno secara fungsional berkorelasi dengan masyarakat pendukung budaya di masa lampau, pewaris budaya saat ini, dan generasi yang akan datang. Salah satu bentuk naskah kuno adalah surat segel tanah yang erat terkait dengan kepemilikan dan klaim atas tanah yang tercatat di dalamnya. Objek kajian ini berupa tiga surat segel tanah dari tahun 1903, 1906, dan 1911 yang berasal dari daerah Priangan, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode deksriptif analitis, bertujuan mendeskripsikan struktur dan komponen yang terdapat dalam objek penelitian. Adapun simpulan yang dapat diajukan adalah tidak terdapat adanya kesalahan tulis dan penyimpangan redaksional, terdapat adanya keseragaman struktur dan komponen surat segel tanah yang terdapat pada ketiga teks naskah, baik tata letak maupun isi yang menunjukkan sistem administrasi di tingkat pemerintahan desa sudah tertata baik.
The Material Co-text of the Kantu` Dayak Gawai Tradition West Kalimantan Sigit Widiyarto; Dadang Sunendar; Sumiyadi Sumiyadi; Tedi Permadi
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6747

Abstract

This study aimed to describe the material co-text of the Gawai Dayak tradition of the Kantu tribe of West Kalimantan. In addition, research was also to find out what materials are used in the Gawai Dayak tradition. This research was descriptive qualitative. Data were taken by means of direct interviews, observation and documentation. For the validity of the data, the study used data triangulation techniques. The research respondents were 5 people, consisting of the community, tradition observers and the village head of Ranyai, West Kalimantan. The results showed that the material context of the Gawai Dayak tradition consists of equipment and food. The food offerings consisted of Pulut, Jawak, Seed of paddy, Cocunut, The seed of cucumber, Sugar, Eggs, Betel nut, Chicken(manok) Tuak (fermantion drink). While the equipment includes nampah, plates, small baskets, and bamboo squares and other tools. All tools and food offerings have meaning and purpose that could be closer to the true meaning of life.