Perkembangan media digital mengubah cara masyarakat mengkonsumsi karya audiovisual, sehingga mendorong rumah produksi independen memanfaatkan platform digital sebagai sarana distribusi sekaligus branding. Ravacana Films aktif menggunakan YouTube untuk mendistribusikan karya sekaligus membangun identitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran manajemen produksi kanal YouTube Ravacana Films dalam membangun branding rumah produksi independen di era digital. Guna menyelaraskan dengan judul, aktivitas branding dalam penelitian ini difokuskan secara spesifik pada pembentukan identitas merek (brand identity). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari sutradara, produser Ravacana Films, dan crew PMR dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi Ravacana Films tidak hanya berfungsi mengelola proses produksi konten, tetapi secara kausalitas berkontribusi langsung dalam membentuk elemen identitas merek (brand identity) yang kuat. Keputusan manajemen dalam memitigasi risiko distribusi dan pendanaan, pengembangan konten yang konsisten mengangkat isu dan budaya lokal, serta pengelolaan organisasi secara kolektif melalui Program Magang Ravacana (PMR) menjadi pondasi utama yang membentuk karakteristik fisik, kepribadian, dan nilai budaya perusahaan. Strategi manajemen produksi tersebut berhasil membentuk citra dan identitas yang khas bagi Ravacana Films sebagai rumah produksi independen yang autentik di era digital.