Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja dan Kendala Sistem Distribusi Air Bersih Berbasis Pendekatan Teknis dan Persepsi Masyarakat di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya Defan Kogoya; Mujiati; Harmonis Rante; Dewi Ana Rusim
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17799

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum meratanya layanan distribusi air bersih di wilayah pegunungan, khususnya di Distrik Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, yang dipengaruhi oleh kondisi topografi, keterbatasan infrastruktur, dan pengelolaan sistem. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem distribusi air bersih, mengidentifikasi faktor penghambat, mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat, serta mengkaji preferensi terhadap sistem penyediaan air bersih. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-method) dengan desain deskriptif evaluatif melalui kuesioner terhadap 100 responden, observasi teknis pada 30 titik, serta wawancara terhadap 12 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan layanan masih terbatas dengan hanya 40% rumah tangga terhubung ke jaringan distribusi. Kinerja sistem mengalami penurunan dari sumber ke titik layanan, ditandai dengan penurunan debit dan waktu aliran. Sebagian besar masyarakat (72%) mengalami kesulitan memperoleh air, dan tingkat kepuasan berada pada kategori cukup. Faktor penghambat utama meliputi kondisi topografi, panjang jaringan, kebocoran pipa, keterbatasan pemeliharaan, pembiayaan, serta kelembagaan. Pembahasan menunjukkan bahwa permasalahan sistem distribusi bersifat multidimensional, tidak hanya teknis tetapi juga manajerial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan sistem yang terintegrasi antara aspek teknis dan non-teknis. Rekomendasi yang diberikan meliputi rehabilitasi jaringan, penguatan kelembagaan, peningkatan pembiayaan operasional, dan pelibatan masyarakat. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model evaluasi sistem distribusi air bersih di wilayah perdesaan dan pegunungan.
Pengaruh Pembangunan Kampus Universitas Baliem di Kabupaten Jayawijaya terhadap Sampah yang Ditimbulkan Amaliah Azis; Mujiati
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.895

Abstract

Perguruan tinggi merupakan kelanjutan dari Pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Kehadiran sebuah kampus di suatu daerah tidak hanya berpengaruh pada aspek pendidikan, tetapi juga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini, penelitian ini diinisiasi dengan tujuan untuk mengevaluasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan kampus terhadap lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi di sekitarnya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan berbagai strategi dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi dampak negatif yang mungkin muncul akibat keberadaan kampus tersebut. Penelitian ini didasarkan pada hasil survei yang dilakukan di area sekitar kampus Universitas Baliem, yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai interaksi antara kampus dan komunitas di sekitarnya, serta implikasi dari interaksi tersebut. Berdasarkan studi yang telah dilaksanakan, maka pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan limbah padat (sampah) yang dipekirakan akan dihasilkan ketika Kampus telah beroperasi. Perhitungan prakiraan timbulan sampah pada tahap konstrusi dan tahap operasional diperoleh: Total timbulan sampah tahap konstruksi yaitu 275 L/hari (0,275 m3/hari); Timbulan sampah pada tahap operasional yaitu diperoleh total timbulan sampah organik 9,5 L/hari (0,0095 m3/hari) sehingga total timbulan sampah anorganik adalah 2,4 L/hari atau 0,0024 m3/hari).