Mukhammad Septian Daffa Ubaidillah
Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Building Information Modeling (BIM) 4D dan Quantity Take Off pada Konstruksi Main Dam Bendungan Meninting Mukhammad Septian Daffa Ubaidillah; Anita Trisiana; Sri Sukmawati; Luthfi Amri Wicaksono; Setiyo Ferdi Yanuar
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17872

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada industri konstruksi mendorong penerapan Building Information Modelling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengendalian proyek konstruksi. Salah satu implementasi BIM yang berkembang adalah BIM 4D yang mengintegrasikan model tiga dimensi dengan penjadwalan proyek sehingga mampu menghasilkan visualisasi progres konstruksi secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan BIM 4D pada pekerjaan timbunan Main Dam Bendungan Meninting guna memperoleh quantity take off material dan visualisasi monitoring pelaksanaan konstruksi secara efektif. Penelitian dilakukan menggunakan Autodesk Revit untuk pemodelan tiga dimensi dan perhitungan volume material, serta Autodesk Navisworks Manage untuk simulasi visualisasi dan clash detection. Pemodelan dilakukan pada 24 segmen dengan 6 zona material, yaitu material inti, filter halus, filter kasar, random tanah, batuan, dan rip-rap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu menghasilkan visualisasi progres konstruksi secara detail dan terintegrasi. Hasil quantity take off menunjukkan volume material inti sebesar 390.860,15 m³, filter halus 128.778,14 m³, filter kasar 196.208,98 m³, random tanah 2.211.039,73 m³, batuan 322.273,91 m³, dan rip-rap 104.405,00 m³ dengan total volume pekerjaan sebesar 3.353.565,91 m³. Selain itu, proses clash detection berhasil mengidentifikasi benturan antar komponen model sehingga dapat dilakukan perbaikan sebelum tahap konstruksi. Implementasi BIM 4D terbukti mampu meningkatkan efektivitas monitoring proyek, mempermudah pengawasan progres pekerjaan, serta meminimalkan potensi keterlambatan proyek. Penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan penerapan BIM 4D pada proyek bendungan dan infrastruktur skala besar lainnya guna mendukung pengelolaan proyek yang lebih efisien dan terintegrasi.