Helmud Helakombo
Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Pembangunan Jalan Trans Wamena–Jayapura terhadap Ekonomi Lokal dan Akses Layanan Publik Helmud Helakombo; Arung Lamba; Agustina Ivonne Poli; Dewi Ana Rusim
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17974

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan sosial ekonomi yang inklusif di daerah pegunungan. Di Papua Pegunungan, ruas Jalan Trans Wamena–Jayapura menjadi koridor transportasi darat utama yang menghubungkan kawasan produksi, pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Namun, kondisi jalan yang belum merata masih menimbulkan ketimpangan aksesibilitas dan menghambat pembangunan wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh pembangunan Jalan Trans Wamena–Jayapura terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, (2) mengkaji dampaknya terhadap akses pasar masyarakat, serta (3) mengevaluasi pengaruhnya terhadap akses pendidikan dan kesehatan di Kota Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung observasi lapangan dan wawancara. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 120 responden yang terdiri atas masyarakat umum, sopir, pedagang, tenaga pendidikan, dan tenaga kesehatan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel penelitian. Pengaruh terbesar terjadi pada akses pasar dengan nilai R² sebesar 0,677, diikuti pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 0,427 dan akses pendidikan serta kesehatan sebesar 0,382. Perbaikan kondisi jalan terbukti menurunkan biaya transportasi, meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mempermudah akses terhadap layanan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial ekonomi wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur jalan secara berkelanjutan guna mendukung integrasi wilayah dan pembangunan yang inklusif di Papua Pegunungan.