Kasiyati Kasiyati
Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacob Rais Tembalang, Semarang, 50275|Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Inklusi In-ovo Feeding Vitamin E dan Selenium pada Histomorfometri Bursa Embrio Itik Hibrida Rasyidah Fauzia Ahmar; Qanza Sofia Hanum; Kasiyati Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.144-152

Abstract

Vitamin E dan selenium adalah dua nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh serta mendukung fungsi vital organ. Peran vitamin E (VE) dan selenium (Se) sebagai antioksidan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan performa penetasan itik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur histologi bursa fabricius embrio itik setelah inklusi in-ovo vitamin E dan selenium. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu K0 (kontrol), K1 (inklusi in-ovo 0,1 mL NaCl 0,89%), K2 (inklusi in-ovo 0,1 mL VE dan Se), dan K3 (inklusi in-ovo 0,15 mL VE dan Se). Perlakuan diberikan pada saat telur tetas berumur 14 hari, inkubasi diakhiri pada hari ke-26. Pembuatan preparat bursa menggunakan metode paraffin dan pewarnaan hematoksilin eosin. Parameter yang diamati berupa jumlah dan diameter plika, jumlah dan diameter folikel, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan medula. Data diuji dan dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata (P<0,05) pada jumlah dan diameter folikel. Jumlah plika, diameter plika, tebal epitelium, diameter lumen, tebal korteks dan tebal medula menunjukkan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa injeksi vitamin E dan selenium secara in-ovo berpotensi mengoptimalkan perkembangan struktur histologi folikel bursa fabricius, pada gilirannya mendukung kerja sistem imun itik hibrida. Vitamin E and selenium are two important nutrients that play a role in maintaining body health and supporting vital organ function. The role of vitamin E (VE) and selenium (Se) as antioxidants can be utilized to improve duck hatchability. This study aims to analyze the histological structure of the bursa fabricius of duck embryos after in-ovo inclusion of vitamin E and selenium. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments, namely K0 (control), K1 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of 0.89% NaCl), K2 (in-ovo inclusion of 0.1 mL of VE and Se), and K3 (in-ovo inclusion of 0.15 mL of VE and Se). The treatments were administered when the eggs were 14 days old; egg incubation ended on day 26. Bursa preparations were made using the paraffin method and stained with hematoxylin-eosin. The parameters observed were the number and diameter of plicae, the number and diameter of follicles, the thickness of the epithelium, the diameter of the lumen, and the thickness of the cortex and medulla. The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a significance level of 5% (α = 0.05) and the Kruskal-Wallis test. The results showed a significant difference (P<0.05) in the number and diameter of follicles. The number and diameter of plicae,  epithelium thickness, lumen diameter, cortex and medulla thickness showed no significant differences (P>0.05). Based on the results of this study, it can be concluded that in-ovo injection of VE and Se has the potential to optimize the histological structure of the bursa fabricius follicles, which in turn supports the immune system of hybrid ducks.
Bobot Organ Visceral Pada Puyuh Betina (Coturnix coturnix japonica) Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Aditif Pakan Fadlan Wakhid Khifdillah; Sunarno Sunarno; Muhammad Anwar Djaelani; Kasiyati Kasiyati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 10, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.10.2.2025.153-159

Abstract

Pelarangan penggunaan antibiotic growth promoter sebagai aditif pakan pada ternak memunculkan kebutuhan terhadap alternatif antibiotik yang lebih aman dan mudah didapat. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah kelor (Moringa oleifera Lam.). Daun kelor memiliki potensi sebagai antibiotik alami yang mampu mendukung kesehatan saluran pencernaan serta fungsi organ visceral. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kinerja organ visceral setelah diberikan aditif pakan tepung daun kelor dengan berbagai konsentrasi. Sebanyak 30 ekor puyuh betina dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yang menerima imbuhan tepung daun kelor sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% dalam pakannya, masing-masing dengan enam ulangan. Puyuh diakhiri hidupnya pada umur 106 hari untuk kemudian dilakukan isolasi dan penimbangan terhadap organ visceralnya yang meliputi bobot proventrikulus, ventrikulus, intestinum, hepar, pankreas, dan jantung. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa suplementasi tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan bobot pankreas, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada organ visceral lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung daun kelor sebagai aditif pakan memberikan dampak positif terhadap peningkatan bobot organ pankreas, dan dapat mempertahankan bobot proventrikulus, ventrikulus, intestinum, hepar, dan jantung.  The ban on the use of antibiotic growth promoter as feed additives in livestock has created a need for safer and more accessible antibiotic alternatives. One promising alternative is moringa (Moringa oleifera Lam.). Moringa leaves have the potential to serve as natural antibiotics that support digestive health and the function of visceral organs. This study aimed to analyze the performance of visceral organs following the administration of moringa leaf powder as a feed additive at various concentrations. Thirty female quails were divided into five treatment groups that received 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% moringa leaf powder in their feed, with six replications per group. The quails were culled at 106 days, and their visceral organs including proventriculus, ventriculus, intestines, liver, pancreas, and heart were isolated and weighed. Data were analyzed using ANOVA at a 5% significance level. The results showed that moringa leaf powder supplementation significantly increased pancreatic weight, but did not produce significant differences in the weight of the other visceral organs. It can be concluded that the use of moringa leaf powder as a feed additive has a positive impact on increasing pancreatic weight and helps maintain the weight of the proventriculus, ventriculus, intestines, liver, and heart.