Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA KEPEMIMPINAN XI JINPING DALAM KONTEKS MOBILISASI SUMBER DAYA NASIONAL: ANALISIS TEKNOKRASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN PERTAHANAN INDONESIA Robinson Hendrik Etwiory; Febi Andrianto; Tarsisius Susilo; Sarwo Supriyo; Anton Bimo Risandi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4389-4398

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika kepemimpinan teknokratis Xi Jinping dan dampaknya terhadap mobilisasi sumber daya nasional di Tiongkok, dengan fokus pada strategi Military-Civil Fusion (MCF). Menggunakan kerangka teoritis multi-dimensi yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional (Burns, 1978; Bass, 1985), kepemimpinan adaptif (Heifetz, 1994), dan kepemimpinan strategis militer (Yarger, 2006), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Xi Jinping telah secara sistematis mengkonsolidasikan kekuatan dan mengarahkan sumber daya nasional untuk mencapai supremasi teknologi dan modernisasi militer. Penelitian ini juga mengidentifikasi implikasi strategis dari model Tiongkok bagi Indonesia, yang sedang berupaya memperkuat kebijakan pertahanannya menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui analisis komparatif yang didukung oleh tools analisis sistematis Fishbone Analysis (Ishikawa, 1968), Analytical Hierarchy Process (AHP) (Saaty, 1980), dan SWOT Analysis (Humphrey, 2005) penelitian ini mengidentifikasi kendala utama yang dihadapi Indonesia dan merumuskan strategi untuk mengatasinya. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun model Tiongkok tidak dapat direplikasi secara langsung, prinsip-prinsip sinergi, fokus strategis, dan inovasi teknologi dapat diadaptasi dalam konteks demokrasi Indonesia. Penelitian ini mengusulkan konsep "Teknokrasi Pancasilais" sebagai model alternatif yang mengintegrasikan efisiensi teknokratis dengan 1 NUSANTARA : Jurnal Ilmu Penegtahuan Sosial, 2 (1) (2019): 1-15 nilai-nilai Pancasila, serta "Doktrin Pertahanan Nusantara 4.0" sebagai kerangka konseptual untuk transformasi pertahanan Indonesia. Kontribusi penelitian ini terletak pada analisis multi-teoritis yang komprehensif, penggunaan metodologi campuran yang sistematis, dan formulasi rekomendasi kebijakan yang relevan dengan konteks Indonesia.
Supremasi Kognitif: Pelajaran dari Kepemimpinan Global untuk Doktrin Pertahanan Siber Indonesia Mohamad Iswan Nusi; David Mulyadi Cokabo; Tarsisius Susilo; Teguh Heri Susanto; Rudi Firmansyah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i11.8718

Abstract

Dalam era kompetisi lintas-domain yang semakin kompleks, supremasi kognitif telah menjadi dimensi utama perebutan kekuasaan global. Dominasi tidak lagi ditentukan oleh kekuatan militer semata, tetapi oleh kemampuan negara mengendalikan persepsi, memengaruhi kesadaran publik, dan membentuk realitas sosial melalui teknologi informasi dan algoritma. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan strategis Vladimir Putin dan Xi Jinping dalam mengelola ruang kognitif nasional, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan doktrin pertahanan siber Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-analitis dengan teknik studi kepustakaan dan analisis komparatif strategis, berfokus pada integrasi antara teori kekuasaan informasi dan kepemimpinan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putin dan Xi berhasil membangun ekosistem kognitif nasional melalui kontrol narasi, penguasaan data, dan orkestrasi teknologi digital untuk memperkuat legitimasi domestik dan menantang hegemonik global. Sebaliknya, Indonesia masih menunjukkan kesenjangan kognitif akibat lemahnya koordinasi kelembagaan, dominasi paradigma teknis, dan ketergantungan terhadap infrastruktur digital asing. Penelitian merekomendasikan pembentukan Doktrin Pertahanan Kognitif Nasional berbasis Pancasila, yang menempatkan kesadaran, kecerdasan strategis, dan integrasi lintas-domain sebagai inti dari kedaulatan siber Indonesia di abad ke-21.