Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Media Gambar Seri Dengan Teks Pendamping Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN Sonit Suparta Abuhu; Ayubi Cakradiwati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 10 (2025): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17572456

Abstract

This one-cycle classroom action research (two meetings) aimed to improve the early reading skills of second-grade students at SDN Sonit through the implementation of picture series media with accompanying texts. The learning activities were carried out in four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 21 students. The instruments used included tests of reading accuracy, reading speed (words per minute), literal comprehension, and a checklist of reading errors (substitution, omission, and inversion). The results showed an increase in the total score from 58.6 in the pre-action stage to 73.2 in the first meeting and 81.9 in the second meeting. Reading speed improved from 37 to 60 words per minute. The use of picture series with accompanying texts helped students understand story sequences and connect sounds with meaning, thereby improving reading fluency without reducing accuracy. These findings suggest that integrating relevant visual and textual elements can serve as an effective alternative strategy for teaching early reading in lower elementary grades.
Penguatan Karakter Disiplin melalui Program Guru Sahabat Siswa Berbasis Pendekatan Disiplin Positif di SD Kota Binjai Sari Wardani Simarmata; Dony Darma Sagita; Anugrah Murtini; Ayubi Cakradiwati; Novi Eka Saputri
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i3.1629

Abstract

Permasalahan kedisiplinan siswa masih menjadi tantangan yang dihadapi sekolah dasar dalam upaya membentuk karakter peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih humanis melalui penerapan disiplin positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat karakter disiplin siswa melalui Program Guru Sahabat Siswa berbasis pendekatan disiplin positif di sekolah dasar Kota Binjai. Kegiatan melibatkan guru dari enam sekolah dasar negeri. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep disiplin positif, pelatihan guru, pendampingan implementasi program, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman guru, angket tingkat keyakinan implementasi, angket kepuasan peserta, serta observasi pelaksanaan program di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman guru dari 56,8 pada pre-test menjadi 86,7 pada post-test. Selain itu, sebesar 83,3% guru menyatakan yakin dapat mengimplementasikan pendekatan disiplin positif dalam pembelajaran dan pembinaan siswa. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program juga tergolong sangat baik dengan skor rata-rata 4,76 dari skala 5,00. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru semakin mampu membangun hubungan yang suportif dengan siswa, sementara siswa menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, seperti meningkatnya kepatuhan terhadap aturan kelas, ketepatan waktu, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Program ini juga mendorong perubahan paradigma guru dari pendekatan disiplin yang berorientasi pada hukuman menuju pendekatan yang menekankan komunikasi positif, tanggung jawab, dan kesadaran diri peserta didik. Dengan demikian, Program Guru Sahabat Siswa berbasis pendekatan disiplin positif terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas guru serta mendukung penguatan karakter disiplin siswa dan pengembangan budaya sekolah yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan.