Ahmad Ubaedilah
Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akhlak Kepada Allah dalam Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Tawakal, Syukur dan Malu dalam Pembentukan Karakter Religius Ahmad Ubaedilah; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak kepada Allah merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak kepada Allah melalui nilai tawakal, syukur, dan sifat malu dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian terhadap Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, syukur membentuk kesadaran spiritual atas nikmat yang diberikan Allah, sedangkan sifat malu menjadi pengendali perilaku agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai syariat. Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter religius, penguatan moral, dan pengembangan kepribadian peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa akhlak kepada Allah pendidikan Islam dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu ketahanan spiritual (tawakal), kesejahteraan psikologis-spiritual (syukur), dan control moral (malu).Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi nilai akhlak kepada Allah dalam proses pendidikan dapat menjadi solusi terhadap krisis moral dan degradasi karakter di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, konsep akhlak kepada Allah melalui tawakal, syukur, dan sifat malu perlu diinternalisasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan Islam.
TEORI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: KONSEP TA’DIB SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM Ahmad Ubaedilah; Muhammad Naji Bulloh; Ali Maulida
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 3 (2026): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/bap7dn85

Abstract

Modern Islamic education faces the challenge of a moral and ethical crisis (adab), thereby requiring a theoretical foundation capable of integrating knowledge, ethics, and character formation among learners. This study aims to analyze learning theory from the perspective of Syed Muhammad Naquib al-Attas through the concept of ta’dib as the foundation of Islamic education. The research employed a library research method using a descriptive-qualitative approach by examining various scholarly journals and literature related to the concepts of ta’dib, tarbiyah, and ta’lim in Islamic education. The findings reveal that the concept of ta’dib, according to al-Attas, positions education as a process of instilling adab encompassing intellectual, spiritual, moral, and social development in a balanced manner. This concept is not merely oriented toward the transfer of knowledge but also toward the formation of civilized individuals (insan adabi) who are able to place things according to their proper nature and position. The study also demonstrates that the implementation of ta’dib remains relevant to contemporary education, particularly in strengthening character education, digital ethics, and value-based learning. Therefore, the concept of ta’dib serves as an essential foundation for developing a holistic, humanistic Islamic educational system oriented toward the cultivation of noble character.