Akhlak kepada Allah merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak kepada Allah melalui nilai tawakal, syukur, dan sifat malu dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian terhadap Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, syukur membentuk kesadaran spiritual atas nikmat yang diberikan Allah, sedangkan sifat malu menjadi pengendali perilaku agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai syariat. Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter religius, penguatan moral, dan pengembangan kepribadian peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa akhlak kepada Allah pendidikan Islam dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu ketahanan spiritual (tawakal), kesejahteraan psikologis-spiritual (syukur), dan control moral (malu).Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi nilai akhlak kepada Allah dalam proses pendidikan dapat menjadi solusi terhadap krisis moral dan degradasi karakter di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, konsep akhlak kepada Allah melalui tawakal, syukur, dan sifat malu perlu diinternalisasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan Islam.